Pentingnya Memperhatikan Kandungan dalam Produk Kecantikan

Senin, 07 Desember 2020 - 13:34 WIB
loading...
Pentingnya Memperhatikan Kandungan dalam Produk Kecantikan
Selain memperhatikan kecocokan kandungan dengan kulit, pengguna juga perlu memilih produk dengan kandungan yang berbahan dasar alami dan tersertifikasi lestari. / Foto: Ilustrasi/ist
A A A
JAKARTA - Produk kecantikan dan kesehatan kulit telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Dengan beragamnya pilihan produk yang ditawarkan, pengguna harus sadar betul terhadap produk yang dipilih, termasuk pula kandungan yang ada di dalamnya.

(Baca juga: Berbagai Manfaat Air Jahe, dari Hangatkan Tubuh hingga Turunkan Berat Badan )

Selain memperhatikan kecocokan kandungan dengan kulit, pengguna juga perlu memilih produk dengan kandungan yang berbahan dasar alami dan tersertifikasi lestari, serta diproses dengan metode yang berkelanjutan. Hal tersebut menjadi penting untuk diperhatikan, mengingat pengguna produk kecantikan masih belum secara penuh menyadari bahwa pilihan produk yang mereka gunakan punya dampak dengan kondisi lingkungan sekitar.

Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki banyak potensi akan keberagaman komoditas dan sumber daya alam, memiliki peluang besar untuk menjadi pemain besar di sektor industri kecantikan dan kesehatan. Di samping itu, geliat praktik ramah lingkungan dan ramah sosial dalam pembudidayaan komoditas sudah semakin dikedepankan. Produksi tidak hanya menitikberatkan pada kuantitas, tetapi juga kualitas dan aspek lingkungan serta sosial.

Topik terkait komoditas ramah lingkungan dan ramah sosial ini akan menjadi bahan diskusi dalam C Channel Class: Be An Expert for Your Skin, yang merupakan hasil kolaborasi antara Sekretariat Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), Yayasan Madani Berkelanjutan dan C Channel Indonesia.

"Tujuan utama dari C Channel Class Vol. 5 adalah mengedukasi peserta terkait komoditas ramah lingkungan dan ramah sosial dalam produk kecantikan, serta bagaimana penggunaan komoditas tersebut tidak lepas dari beragam aspek kehidupan lainnya," ujar Project Planner C Channel Media Indonesia, Nurfadhillah A dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/12).

"C Channel Class ini diharapkan dapat memancing lebih banyak diskusi mengenai komoditas ramah lingkungan dan ramah sosial, khususnya di sektor kecantikan dan kesehatan, agar kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pengkonsumsian produk berbasis komoditas lokal ramah lingkungan ramah sosial semakin meningkat," lanjutnya.

Diskusi ini menghadirkan sejumlah pembicara yang berkompeten di bidangnya, antara lain Skincare Enthusiast, Danang Wisnu; Beauty Blogger, Ratna Kirana; PR & Community Manager The Body Shop Indonesia, Ratu Ommaya; dan Chief Marketing Officer N' Pure Official, Devina Wijaya.

Selain itu, perwakilan mitra pembangunan yang secara konsisten ikut mendorong praktik ramah lingkungan ramah sosial di Indonesia juga akan berbagi perspektif, di antaranya Country Director RSPO Indonesia, Tiur Rumondang; Director Asia Pacific Rainforest Alliance, Chandra Panjiwibowo; Chairman Sustainable Spices Initiative Indonesia, Dippos Naloanro Simanjuntak; dan Deputi Sekretaris Jenderal Serikat Petani Kelapa Sawit, Ibrahim Gulagnar.

"Poin penting dari diskusi dalam C Channel Class Vol. 5 ini adalah betapa pentingnya memperhatikan kandungan dalam produk kecantikan yang digunakan sehari-hari. Selain memastikan kecocokan kandungan dengan kulit, pengguna hendaknya mengingat bahwa dalam menghasilkan suatu produk kecantikan, banyak hal yang dilibatkan, seperti lahan hutan, petani, serta masyarakat sekitar lahan," kata Communication and Outreach Officer LTKL, Shadrina Sahidu.

(Baca juga: Setelah Hampir 6 Bulan, WHO Perbarui Pedoman Penggunaan Masker )

"Memilih produk dengan kandungan komoditas ramah sosial dan ramah lingkungan dapat menjadi suatu bentuk tanggung jawab masyarakat pengguna terhadap alam dan lingkungan, sehingga produk kecantikan tidak hanya mempercantik kulit, namun juga dapat membantu keberlanjutan alam dan sosial," katanya lagi.
(nug)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1868 seconds (10.55#12.26)