Paparan Asap Rokok Picu Sejumlah Penyakit Mengerikan
Kamis, 10 Desember 2020 - 08:28 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, paparan asap rokok dapat memperburuk kasus tekanan darah tinggi yang sudah ada sebelumnya. Orang dewasa dapat mengembangkan asma dan sering mengalami penyakit pernapasan. Jika Anda sudah menderita asma, berada di sekitar paparan asap rokok dapat memperburuk gejala. Paparan asap rokok bahkan dapat menyebabkan kanker paru-paru pada orang dewasa yang tidak langsung menghisap produk tembakau.
Tinggal atau bekerja dengan seseorang yang merokok dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru, sebanyak 30%. Paparan asap rokok secara terus menerus juga menyebabkan kanker payudara, leukemia dan limfoma. Meskipun paparan asap rokok secara teratur dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada orang dewasa, anak-anak bahkan lebih rentan terhadap efek berada di sekitar asap rokok. Ini karena tubuh dan organ mereka masih dalam tahap perkembangan.
Adapun risiko paparan asap rokok pada anak-anak mencakup perkembangan paru-paru dan asma yang tertunda, lebih sering mengalami infeksi seperti peumonia dan bronkitis, infeksi telinga, gejala asma yang memburuk, gejala asma atau pilek yang konstan dan tumor otak. Bayi bahkan lebih rentan terhadap efek asap rokok karena dapat menyebabkan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).
(Baca juga: Ini Alasan Pentingnya Konsumsi Temulawak di Tengah Pandemi )
Wanita hamil yang terpapar asap rokok juga dapat melahirkan anak dengan berat badan lahir rendah. WHO memperkirakan bahwa 65.000 kematian dilaporkan pada anak-anak terkait dengan perokok pasif. Seperti dilansir Healthline, sebagai orang tua, salah satu cara terbaik untuk mencegah paparan asap rokok bagi anak adalah dengan berhenti merokok.
Tinggal atau bekerja dengan seseorang yang merokok dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru, sebanyak 30%. Paparan asap rokok secara terus menerus juga menyebabkan kanker payudara, leukemia dan limfoma. Meskipun paparan asap rokok secara teratur dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada orang dewasa, anak-anak bahkan lebih rentan terhadap efek berada di sekitar asap rokok. Ini karena tubuh dan organ mereka masih dalam tahap perkembangan.
Adapun risiko paparan asap rokok pada anak-anak mencakup perkembangan paru-paru dan asma yang tertunda, lebih sering mengalami infeksi seperti peumonia dan bronkitis, infeksi telinga, gejala asma yang memburuk, gejala asma atau pilek yang konstan dan tumor otak. Bayi bahkan lebih rentan terhadap efek asap rokok karena dapat menyebabkan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).
(Baca juga: Ini Alasan Pentingnya Konsumsi Temulawak di Tengah Pandemi )
Wanita hamil yang terpapar asap rokok juga dapat melahirkan anak dengan berat badan lahir rendah. WHO memperkirakan bahwa 65.000 kematian dilaporkan pada anak-anak terkait dengan perokok pasif. Seperti dilansir Healthline, sebagai orang tua, salah satu cara terbaik untuk mencegah paparan asap rokok bagi anak adalah dengan berhenti merokok.
(nug)
Lihat Juga :