Svadara Indonesia Gelar Pertunjukan Virtual Adat Karo PUSUH
Jum'at, 11 Desember 2020 - 01:07 WIB
loading...
PUSUH adalah karya tari baru yang mengangkat kisah dari Tanah Karo, Sumatera Utara. Foto/Svadara Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Sanggar Tari dan Musik Tradisional, Svadara Indonesia, menggelar pertunjukan virtual berjudul “PUSUH”, karya tari baru yang mengangkat kisah dari Tanah Karo, Sumatera Utara. "PUSUH" akan ditayangkan secara live taping melalui YouTube Channel Svadara Indonesia pada Sabtu (12/12) mendatang pukul 19.19 WIB.
Pertunjukan ini terselenggara atas dukungan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dan Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Selatan.
(Baca Juga: Kakak Beradik Podcast Hadirkan Program Misteri yang Belum Pernah Ada, “Untold Story Tanah Pasundan“ )
"PUSUH" berasal dari bahasa Karo yang berarti hati atau dalam bahasa lain kapas yang dipintal menjadi benang. Kedua arti ini sangat erat kaitannya dengan Tudung yang menjadi simbol kehormatan bagi masyarakat Suku Karo.
Pertunjukan yang dibawakan oleh Sanggar Svadara Indonesia ini menceritakan tentang seorang gadis yang merasa malu dan bimbang terhadap budaya di tanah kelahirannya untuk mengenakan Tudung. Ia merasa tidak cantik saat mengenakan Tudung. Padahal Tudung yang ia kenakan membuatnya terlihat lebih terhormat.
Syafrizal, Penata Tari "PUSUH" menjelaskan, ide cerita ini berawal dari keresahan melihat semakin banyak anak muda yang meninggalkan tradisi tanah kelahirannya, khususnya dalam penggunaan atribut fesyen. Bahkan tak sedikit yang tidak mengetahui bahwa atribut tersebut merupakan tradisi di tanah kelahirannya.
"Melalui karya ini, kami ingin mengajak generasi muda untuk tetap peduli dengan tradisi di tanah kelahiran masing-masing. Perkembangan zaman tentu tak mengharuskan kita untuk mengenakan atribut tersebut, namun kita tetap perlu menjaga kelestariannya," kata Syafrizal melalui siaran pers, Kamis (10/12).
Pertunjukan ini terselenggara atas dukungan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dan Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Selatan.
(Baca Juga: Kakak Beradik Podcast Hadirkan Program Misteri yang Belum Pernah Ada, “Untold Story Tanah Pasundan“ )
"PUSUH" berasal dari bahasa Karo yang berarti hati atau dalam bahasa lain kapas yang dipintal menjadi benang. Kedua arti ini sangat erat kaitannya dengan Tudung yang menjadi simbol kehormatan bagi masyarakat Suku Karo.
Pertunjukan yang dibawakan oleh Sanggar Svadara Indonesia ini menceritakan tentang seorang gadis yang merasa malu dan bimbang terhadap budaya di tanah kelahirannya untuk mengenakan Tudung. Ia merasa tidak cantik saat mengenakan Tudung. Padahal Tudung yang ia kenakan membuatnya terlihat lebih terhormat.
Syafrizal, Penata Tari "PUSUH" menjelaskan, ide cerita ini berawal dari keresahan melihat semakin banyak anak muda yang meninggalkan tradisi tanah kelahirannya, khususnya dalam penggunaan atribut fesyen. Bahkan tak sedikit yang tidak mengetahui bahwa atribut tersebut merupakan tradisi di tanah kelahirannya.
"Melalui karya ini, kami ingin mengajak generasi muda untuk tetap peduli dengan tradisi di tanah kelahiran masing-masing. Perkembangan zaman tentu tak mengharuskan kita untuk mengenakan atribut tersebut, namun kita tetap perlu menjaga kelestariannya," kata Syafrizal melalui siaran pers, Kamis (10/12).
Lihat Juga :