Jalan Alternatif Tempuh Studi di Jepang
Rabu, 16 Desember 2020 - 02:30 WIB
loading...
A
A
A
Syaratnya, calon mahasiswa atau mahasiswi harus tertarik melanjutkan studi (Research dan Master Program) pada bidang Teknologi Pangan atau Gizi, dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,50. Usia maksimal 35 tahun dan sangat tertarik untuk mempelajari kebudayaan serta bahasa Jepang. Calon penerima beasiswa harus pula memiliki kondisi fisik dan mental yang prima, serta punya motivasi tinggi untuk terus belajar.
Salah seorang penerima program beasiswa Ajinomoto pada tahun ajaran 2020 adalah Dwina Juliana Warman, 26, asal Bogor, Jawa Barat. Dwina merupakan Sarjana Teknologi Pertanian lulusan Institut Pertanian Bogor yang menerima program beasiswa Ajinomoto tahun ajaran 2020.
Saat ini Dwina mengambil master program (S-2) di Graduate School of Agricultural and Life Sciences, Department of Applied Biochemistry, The University of Tokyo, di bawah bimbingan Prof. Hisanori Kato, Ph. D. Dwina mulai kuliah sejak April 2020, dan diproyeksikan akan lulus pada April 2023 dengan gelar Master of Science (M.Sc).
Namun, masa awal perkuliahan dijalani Dwina dengan beberapa tantangan yang disebabkan pandemi COVID-19. “Karena pandemi, saya kuliah online dari Indonesia selama 8 bulan. Jujur, kalau stres itu pasti dan tantangannya juga cukup banyak. Tapi, saya sangat bersyukur memiliki support system yang luar biasa, khususnya Ajinomoto Scholarship Foundation dan pihak kampus, sehingga satu per satu tantangan dapat terlewati dengan baik," kata Dwina melalui keterangan tertulis, Selasa (15/12).
“Pengalaman ini mengajarkan saya untuk selalu memiliki keinginan dan mental yang kuat untuk meraih cita-cita, dengan diiringi sikap berserah kepada kehendak Yang Mahakuasa. Pengalaman ini juga memotivasi saya untuk terus memberikan yang terbaik bagi semua pihak yang selalu mendukung saya,” lanjutnya.
Salah seorang penerima program beasiswa Ajinomoto pada tahun ajaran 2020 adalah Dwina Juliana Warman, 26, asal Bogor, Jawa Barat. Dwina merupakan Sarjana Teknologi Pertanian lulusan Institut Pertanian Bogor yang menerima program beasiswa Ajinomoto tahun ajaran 2020.
Saat ini Dwina mengambil master program (S-2) di Graduate School of Agricultural and Life Sciences, Department of Applied Biochemistry, The University of Tokyo, di bawah bimbingan Prof. Hisanori Kato, Ph. D. Dwina mulai kuliah sejak April 2020, dan diproyeksikan akan lulus pada April 2023 dengan gelar Master of Science (M.Sc).
Namun, masa awal perkuliahan dijalani Dwina dengan beberapa tantangan yang disebabkan pandemi COVID-19. “Karena pandemi, saya kuliah online dari Indonesia selama 8 bulan. Jujur, kalau stres itu pasti dan tantangannya juga cukup banyak. Tapi, saya sangat bersyukur memiliki support system yang luar biasa, khususnya Ajinomoto Scholarship Foundation dan pihak kampus, sehingga satu per satu tantangan dapat terlewati dengan baik," kata Dwina melalui keterangan tertulis, Selasa (15/12).
“Pengalaman ini mengajarkan saya untuk selalu memiliki keinginan dan mental yang kuat untuk meraih cita-cita, dengan diiringi sikap berserah kepada kehendak Yang Mahakuasa. Pengalaman ini juga memotivasi saya untuk terus memberikan yang terbaik bagi semua pihak yang selalu mendukung saya,” lanjutnya.
Lihat Juga :