Disebut Lebih Menular, WHO Teliti Strain Baru Covid-19 di Inggris
Rabu, 16 Desember 2020 - 15:03 WIB
loading...
A
A
A
Strain baru yang oleh para ilmuwan Inggris dinamai VUI-202012/01 mencakup mutasi di wilayah genom virus yang mengkode protein lonjakan, yang secara teori dapat menyebabkan Covid-19 menyebar lebih mudah di antara manusia.
Pemerintah Inggris menyebutkan peningkatan infeksi baru, yang sebagian terkait dengan varian baru, karena memindahkan ibu kota dan banyak daerah lain ke tingkat tertinggi pembatasan Covid-19.
Public Health England dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa 1.108 kasus Covid-19 dengan strain baru telah diidentifikasi, terutama di selatan dan timur Inggris. Tetapi saat ini tidak ada bukti bahwa strain tersebut lebih mungkin menyebabkan infeksi Covid-19 yang parah.
Selain itu, para ilmuwan mengungkapkan hingga saat ini tidak ada bukti strain ini akan membuat vaksin menjadi kurang efektif. "Kedua pertanyaan tersebut membutuhkan studi lebih lanjut yang dilakukan dengan cepat," ujar para ilmuwan COG-UK.
Mutasi atau perubahan genetik muncul secara alami pada semua virus, termasuk virus corona baru, saat mereka bereplikasi dan bersirkulasi dalam populasi manusia. Dalam kasus virus corona baru, mutasi ini terakumulasi pada tingkat sekitar satu hingga dua mutasi per bulan secara global.
Pemerintah Inggris menyebutkan peningkatan infeksi baru, yang sebagian terkait dengan varian baru, karena memindahkan ibu kota dan banyak daerah lain ke tingkat tertinggi pembatasan Covid-19.
Public Health England dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa 1.108 kasus Covid-19 dengan strain baru telah diidentifikasi, terutama di selatan dan timur Inggris. Tetapi saat ini tidak ada bukti bahwa strain tersebut lebih mungkin menyebabkan infeksi Covid-19 yang parah.
Selain itu, para ilmuwan mengungkapkan hingga saat ini tidak ada bukti strain ini akan membuat vaksin menjadi kurang efektif. "Kedua pertanyaan tersebut membutuhkan studi lebih lanjut yang dilakukan dengan cepat," ujar para ilmuwan COG-UK.
Mutasi atau perubahan genetik muncul secara alami pada semua virus, termasuk virus corona baru, saat mereka bereplikasi dan bersirkulasi dalam populasi manusia. Dalam kasus virus corona baru, mutasi ini terakumulasi pada tingkat sekitar satu hingga dua mutasi per bulan secara global.
Lihat Juga :