Dorong Komersialisasi Produk Kreatif Berbasis Kekayaan Intelektual
Jum'at, 18 Desember 2020 - 20:02 WIB
loading...
Agar manfaat dari kegiatan program ini bisa dinikmati lebih luas oleh para kreator IP dan pemilik brand lokal, maka diadakan juga secara daring melalui Zoom. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Kekayaan intelektual atau lazim disebut copyrights, mungkin bukanlah sesuatu yang biasa terdengar di telinga orang banyak. Namun, berbagai produk kreatif berbasis kekayaan intelektual tentu seringkali kita nikmati.
(Baca juga: Begini Cara Memanfaatkan Lidah Buaya untuk Kesehatan Rambut )
Lihat saja jenama Si Juki, yang awalnya merupakan sebuah komik, kini telah diangkat menjadi film animasi yang tayang di layar lebar. Begitu juga filosofi kopi yang berawal dari buku karya Dewi Lestari, kini sudah menjadi film layar lebar, Kedai Kopi, bahkan memiliki lini merchandise.
Besaran pasar industri lisensi di Asia Tenggara sendiri diperkirakan telah mencapai lebih dari USD10,4 miliar atau lebih dari Rp140 triliun. Sebuah potensi ekonomi yang besar, terutama di masa pandemi di mana banyak orang tetap di rumah dan menikmati berbagai produk kreatif berbasis kekayaan intelektual seperti komik, film, buku, dan lainnya.
Besarnya potensi ekonomi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Katapel.ID menggelar Katapel Jakarta, sebuah program bimbingan teknis CHSE dan komersialisasi produk kreatif berbasis kekayaan intelektual di The Ritz Carlton Jakarta Mega Kuningan pada 20-23 Desember 2020.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya menuturkan bahwa pelatihan ini digelar selain untuk menyosialisasikan penerapan CHSE bagi masyarakat industri kreatif juga bertujuan untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional serta menjawab tantangan persaingan usaha di dunia new normal melalui nilai tambah yang diberikan oleh pengetahuan terhadap kekayaan intelektual.
"Bekerjasama dengan Asosiasi Intelektual Properti Indonesia kegiatan Katapel Jakarta hadir untuk memberikan dukungan langsung terhadap artis dan pelaku kreatif sekaligus memberikan dukungan terhadap sektor industri ekonomi kreatif dan meningkatkan daya saing industri kreatif," ungkap Gumilar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/12).
(Baca juga: Begini Cara Memanfaatkan Lidah Buaya untuk Kesehatan Rambut )
Lihat saja jenama Si Juki, yang awalnya merupakan sebuah komik, kini telah diangkat menjadi film animasi yang tayang di layar lebar. Begitu juga filosofi kopi yang berawal dari buku karya Dewi Lestari, kini sudah menjadi film layar lebar, Kedai Kopi, bahkan memiliki lini merchandise.
Besaran pasar industri lisensi di Asia Tenggara sendiri diperkirakan telah mencapai lebih dari USD10,4 miliar atau lebih dari Rp140 triliun. Sebuah potensi ekonomi yang besar, terutama di masa pandemi di mana banyak orang tetap di rumah dan menikmati berbagai produk kreatif berbasis kekayaan intelektual seperti komik, film, buku, dan lainnya.
Besarnya potensi ekonomi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Katapel.ID menggelar Katapel Jakarta, sebuah program bimbingan teknis CHSE dan komersialisasi produk kreatif berbasis kekayaan intelektual di The Ritz Carlton Jakarta Mega Kuningan pada 20-23 Desember 2020.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya menuturkan bahwa pelatihan ini digelar selain untuk menyosialisasikan penerapan CHSE bagi masyarakat industri kreatif juga bertujuan untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional serta menjawab tantangan persaingan usaha di dunia new normal melalui nilai tambah yang diberikan oleh pengetahuan terhadap kekayaan intelektual.
"Bekerjasama dengan Asosiasi Intelektual Properti Indonesia kegiatan Katapel Jakarta hadir untuk memberikan dukungan langsung terhadap artis dan pelaku kreatif sekaligus memberikan dukungan terhadap sektor industri ekonomi kreatif dan meningkatkan daya saing industri kreatif," ungkap Gumilar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/12).
Lihat Juga :