Saatnya Perempuan Pelaku UMKM Beralih ke Digital Ikuti Jejak 10 Juta yang Sudah on Board
Sabtu, 19 Desember 2020 - 23:20 WIB
loading...
A
A
A
Data Badan Pusat Statistik menyebutkan, UMKM yang dikelola perempuan berjumlah 64,5% dari total UMKM Indonesia pada 2018 atau mencapai 37 juta. Yang menjadi tantangan adalah, kebanyakan perempuan pelaku UMKM masih kurang percaya diri dalam mentransformasi usaha ke ranah digital. Padahal, banyak di antara mereka sudah akrab dengan teknologi itu, tapi belum memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha.
"Setengah dari total pelaku UMKM adalah perempuan. Menurut data kami, 40%-50% perempuan memakai teknologi, tapi belum dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha. Keinginan belajar yang harus ditingkatkan. Di masa sekarang platform digital sudah banyak banget. Tinggal bagaimana perempuan mau mencoba," kata Dora Songco, Product Marketing Manager for Brand & Reputation Google Indonesia.
"Mereka yang mampu cepat beradaptasi, cepat mengubah bisnisnya, dan punya inovasi untuk memperluas pasarlah yang paling resilien. Yang penting adalah percaya diri, mau belajar, dan bisa beradaptasi dengan apa yang ada," tambah Dora.
Saat ini, sebagian besar usaha yang dijalankan perempuan masih bergerak di sektor mikro, informal, bahkan ultra mikro yang tidak memiliki akses ke dunia digital. Maka, untuk mempercepat digitalisasi UMKM, Danone Indonesia bekerja sama dengan Google Indonesia melalui program "Women Will" memberikan dukungan edukasi literasi digital kepada mitra mikro bisnis mereka seperti AQUA Home Service dan Warung Anak Sehat.
AQUA Home Service (AHS) merupakan unit bisnis Danone-AQUA yang bertujuan memberdayakan para ibu rumah tangga dengan memberikan kesempatan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan dan mendapatkan pemasukan dengan berjualan AQUA galon.
Sedangkan program Warung Anak Sehat (WAS) merupakan program dari Danone Specialized Nutrition terkait pembinaan terhadap ibu pengelola kantin di sejumlah SD di Indonesia untuk membantu pelaku usaha kecil (kantin sekolah) membangun kesadaran dan pentingnya gaya hidup sehat, terutama buat anak usia 5-12 tahun sekaligus membantu anak Indonesia menjadi generasi maju melalui penyediaan variasi pangan sehat.
“Di tengah pandemi ini, kami melihat fakta bahwa pengusaha perempuan AQUA Home Service dan Warung Anak Sehat mengalami situasi berbeda di mana transaksi secara fisik berkurang. Situasi ini menuntut mereka untuk bisa beradaptasi dengan teknologi karena berpengaruh pada bisnis mereka. Karena itu, Danone Indonesia menggandeng Google Indonesia untuk memberikan pelatihan digital secara virtual kepada sekitar 700 ibu AHS dan Warung Anak Sehat dari berbagai kota di Indonesia," sebut Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia.
"Setengah dari total pelaku UMKM adalah perempuan. Menurut data kami, 40%-50% perempuan memakai teknologi, tapi belum dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha. Keinginan belajar yang harus ditingkatkan. Di masa sekarang platform digital sudah banyak banget. Tinggal bagaimana perempuan mau mencoba," kata Dora Songco, Product Marketing Manager for Brand & Reputation Google Indonesia.
"Mereka yang mampu cepat beradaptasi, cepat mengubah bisnisnya, dan punya inovasi untuk memperluas pasarlah yang paling resilien. Yang penting adalah percaya diri, mau belajar, dan bisa beradaptasi dengan apa yang ada," tambah Dora.
Saat ini, sebagian besar usaha yang dijalankan perempuan masih bergerak di sektor mikro, informal, bahkan ultra mikro yang tidak memiliki akses ke dunia digital. Maka, untuk mempercepat digitalisasi UMKM, Danone Indonesia bekerja sama dengan Google Indonesia melalui program "Women Will" memberikan dukungan edukasi literasi digital kepada mitra mikro bisnis mereka seperti AQUA Home Service dan Warung Anak Sehat.
AQUA Home Service (AHS) merupakan unit bisnis Danone-AQUA yang bertujuan memberdayakan para ibu rumah tangga dengan memberikan kesempatan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan dan mendapatkan pemasukan dengan berjualan AQUA galon.
Sedangkan program Warung Anak Sehat (WAS) merupakan program dari Danone Specialized Nutrition terkait pembinaan terhadap ibu pengelola kantin di sejumlah SD di Indonesia untuk membantu pelaku usaha kecil (kantin sekolah) membangun kesadaran dan pentingnya gaya hidup sehat, terutama buat anak usia 5-12 tahun sekaligus membantu anak Indonesia menjadi generasi maju melalui penyediaan variasi pangan sehat.
“Di tengah pandemi ini, kami melihat fakta bahwa pengusaha perempuan AQUA Home Service dan Warung Anak Sehat mengalami situasi berbeda di mana transaksi secara fisik berkurang. Situasi ini menuntut mereka untuk bisa beradaptasi dengan teknologi karena berpengaruh pada bisnis mereka. Karena itu, Danone Indonesia menggandeng Google Indonesia untuk memberikan pelatihan digital secara virtual kepada sekitar 700 ibu AHS dan Warung Anak Sehat dari berbagai kota di Indonesia," sebut Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia.
Lihat Juga :