PDHMI Sangat Mendukung Penerapan Obat Modern Asli Indonesia
Kamis, 24 Desember 2020 - 00:29 WIB
loading...
Dukungan terhadap Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) untuk masuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus mengalir. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Dukungan terhadap Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) untuk masuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus mengalir. Pasalnya, dokter sendiri telah meresepkan OMAI bagi para pasien sebagai bentuk dukungan kemandirian terhadap bahan baku obat dan produk obat dalam negeri.
(Baca juga: Tips Makan Sehat saat Natal agar Bobot Badan Tidak Membengkak )
Dukungan para dokter terhadap OMAI, bukan hanya berlatar belakang untuk kemandirian bahan baku obat tetapi karena efikasi OMAI, terutama obat berstatus Fitofarmaka, tetapi OMAI memiliki khasiat yang sama dengan obat-obatan berbahan baku kimia.
"Di dalam resep-resep saya, saya meresepkan obat herbal terstandar dan fitofarmaka. Saya sampaikan, jangan terlalu pesimistis dengan dokter Indonesia. Saya senang di Dewan Pertimbangan PB IDI dan Dewan Pertimbangan Penyakit Dalam Indonesia, kami senang kok meresepkan obat Indonesia," terang Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP dalam acara Dialog Nasional Efek Covid-19, Urgensi Ketahanan Sektor Kesehatan secara virtual, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, Indonesia memiliki kemampuan untuk membuat obat dengan kualitas unggul. Para dokter pun mendukung melalui riset di uji klinik. Dia berharap bahwa obat-obatan ini pada waktunya akan diterima oleh para dokter lebih luas lagi, oleh masyarakat, dan bahkan produk ini bisa diekspor. "Kita punya potensi yang luar biasa," tegasnya.
(Baca juga: Tips Makan Sehat saat Natal agar Bobot Badan Tidak Membengkak )
Dukungan para dokter terhadap OMAI, bukan hanya berlatar belakang untuk kemandirian bahan baku obat tetapi karena efikasi OMAI, terutama obat berstatus Fitofarmaka, tetapi OMAI memiliki khasiat yang sama dengan obat-obatan berbahan baku kimia.
"Di dalam resep-resep saya, saya meresepkan obat herbal terstandar dan fitofarmaka. Saya sampaikan, jangan terlalu pesimistis dengan dokter Indonesia. Saya senang di Dewan Pertimbangan PB IDI dan Dewan Pertimbangan Penyakit Dalam Indonesia, kami senang kok meresepkan obat Indonesia," terang Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP dalam acara Dialog Nasional Efek Covid-19, Urgensi Ketahanan Sektor Kesehatan secara virtual, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, Indonesia memiliki kemampuan untuk membuat obat dengan kualitas unggul. Para dokter pun mendukung melalui riset di uji klinik. Dia berharap bahwa obat-obatan ini pada waktunya akan diterima oleh para dokter lebih luas lagi, oleh masyarakat, dan bahkan produk ini bisa diekspor. "Kita punya potensi yang luar biasa," tegasnya.
Lihat Juga :