Jelang Natal, Omzet Penjual Cokelat dan Kartu Ucapan Naik Drastis
Kamis, 24 Desember 2020 - 22:23 WIB
loading...
A
A
A
Tissa dan Irvan Helmi, partner bisnisnya di Pipiltin Cocoa, kini bekerja sama dengan kurang lebih 1.000 petani cokelat di berbagai daerah di Indonesia. Ia konsisten mengedukasi dan memberdayakan petani lokal agar bisa terus meningkatkan kualitas produksi. Menurutnya, cokelat hasil petani lokal juga mampu bersaing dengan buatan luar negeri.
“Karena biji cokelat yang kami gunakan 100% diperoleh dari petani lokal, artinya masyarakat yang membeli produk kami juga turut menyejahterakan petani lokal. Dukungan seperti ini diharapkan bisa semakin memotivasi petani untuk terus mengembangkan potensi cokelat lokal,” ungkap Tissa.
Menyambut Hari Natal, Pipiltin Cocoa menyediakan beragam produk dengan harga terjangkau yang dapat dijadikan pilihan masyarakat untuk merayakan momen spesial. Menurut Tisa, di momen Natal, penjualan Pipiltin bisa meningkat lebih dari 4 kali lipat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Selain Pipiltin Cocoa yang meningkat penjualannya, ada Harvest yang telah mengubah budaya kerja dan strategi pemasaran untuk menjaga relevansi.
Vendy Satria (29) menjadi penerus Harvest pada 2017. Usaha kartu ucapan dan stationery kit ini dibangun oleh motivator sekaligus ayahnya, Andrie Wongso, sejak 1985. Sejak bergabung, Vendy membawa sejumlah perubahan. Mulai dari mempertajam visi dan misi perusahaan, membangun budaya kerja baru hingga memaksimalkan penjualan lewat platform digital seperti Tokopedia.
“Karena biji cokelat yang kami gunakan 100% diperoleh dari petani lokal, artinya masyarakat yang membeli produk kami juga turut menyejahterakan petani lokal. Dukungan seperti ini diharapkan bisa semakin memotivasi petani untuk terus mengembangkan potensi cokelat lokal,” ungkap Tissa.
Menyambut Hari Natal, Pipiltin Cocoa menyediakan beragam produk dengan harga terjangkau yang dapat dijadikan pilihan masyarakat untuk merayakan momen spesial. Menurut Tisa, di momen Natal, penjualan Pipiltin bisa meningkat lebih dari 4 kali lipat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Selain Pipiltin Cocoa yang meningkat penjualannya, ada Harvest yang telah mengubah budaya kerja dan strategi pemasaran untuk menjaga relevansi.
Vendy Satria (29) menjadi penerus Harvest pada 2017. Usaha kartu ucapan dan stationery kit ini dibangun oleh motivator sekaligus ayahnya, Andrie Wongso, sejak 1985. Sejak bergabung, Vendy membawa sejumlah perubahan. Mulai dari mempertajam visi dan misi perusahaan, membangun budaya kerja baru hingga memaksimalkan penjualan lewat platform digital seperti Tokopedia.
Lihat Juga :