Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Kemenkes Lakukan Langkah Ini
Selasa, 29 Desember 2020 - 14:02 WIB
loading...
Kemenkes telah mengambil langkah-langkah antisipatif untuk memastikan kesiapan fasyaken apabila terjadi lonjakan kasus Covid-19 setelah masa libur panjang. / Foto: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
A
A
A
JAKARTA - Menghadapi libur Tahun Baru 2021, Kementerian Kesehatan telah mengambil langkah-langkah antisipatif untuk memastikan kesiapan fasilitas layanan kesehatan apabila terjadi lonjakan kasus Covid-19 setelah masa libur panjang.
(Baca juga: 10 Tips Liburan Akhir Tahun yang Aman saat Pandemi )
"Mengingat setelah libur panjang ada kenaikan kasus berkisar antara 20-40%. Jadi saya ingin memastikan tempat tidur (TT) siap, ICU siap, tenaga kesehatan (nakes) siap, APD siap dan obat-obatannya juga siap," kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin setelah mengunjugi RSCM, beberapa waktu lalu.
Kemenkes sendiri telah menyiapkan sejumlah strategi antisipasi. Beberapa di antaranya adalah optimalisasi tempat tidur milik RSUD dan RS swasta, penambahan tempat tidur khusus Covid-19 di RS non-RSUD, penambahan RS rujukan baru, penambahan 740 tempat tidur baru untuk di ruang ICU dan isolasi di RS vertikal Kemenkes, serta penataan kembali sistem rujukan yankes Covid-19.
Langkah lain yang akan diambil termasuk penguatan implementasi protokol tata laksana Covid-19 di fasyankes, mengubah ruang perawatan umum menjadi ruang perawatan Covid-19, mendirikan tenda darurat di RS untuk perawatan pasien Covid-19, dan mendirikan RS lapangan/darurat Covid-19 di daerah.
Kemenkes juga telah menyediakan anggaran bagi RS untuk pengadaan obat, alat kesehatan dan APD. Obat-obatan juga telah disalurkan kepada 34 dinas kesehatan provinsi dan 852 RS. Berdasarkan perhitungan RS, persediaan obat-obatan saat ini masih cukup untuk kebutuhan 3 bulan ke depan.
Menkes juga menekankan pentingnya untuk memastikan seluruh nakes terlindungi dan tertangani dengan baik, mulai dari asupan gizi sampai memastikan nakes tidak kelelahan.
(Baca juga: 10 Tips Liburan Akhir Tahun yang Aman saat Pandemi )
"Mengingat setelah libur panjang ada kenaikan kasus berkisar antara 20-40%. Jadi saya ingin memastikan tempat tidur (TT) siap, ICU siap, tenaga kesehatan (nakes) siap, APD siap dan obat-obatannya juga siap," kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin setelah mengunjugi RSCM, beberapa waktu lalu.
Kemenkes sendiri telah menyiapkan sejumlah strategi antisipasi. Beberapa di antaranya adalah optimalisasi tempat tidur milik RSUD dan RS swasta, penambahan tempat tidur khusus Covid-19 di RS non-RSUD, penambahan RS rujukan baru, penambahan 740 tempat tidur baru untuk di ruang ICU dan isolasi di RS vertikal Kemenkes, serta penataan kembali sistem rujukan yankes Covid-19.
Langkah lain yang akan diambil termasuk penguatan implementasi protokol tata laksana Covid-19 di fasyankes, mengubah ruang perawatan umum menjadi ruang perawatan Covid-19, mendirikan tenda darurat di RS untuk perawatan pasien Covid-19, dan mendirikan RS lapangan/darurat Covid-19 di daerah.
Kemenkes juga telah menyediakan anggaran bagi RS untuk pengadaan obat, alat kesehatan dan APD. Obat-obatan juga telah disalurkan kepada 34 dinas kesehatan provinsi dan 852 RS. Berdasarkan perhitungan RS, persediaan obat-obatan saat ini masih cukup untuk kebutuhan 3 bulan ke depan.
Menkes juga menekankan pentingnya untuk memastikan seluruh nakes terlindungi dan tertangani dengan baik, mulai dari asupan gizi sampai memastikan nakes tidak kelelahan.
Lihat Juga :