Pandemi, Tekanan Hebat pada Kesehatan Mental Sejak PD II
Rabu, 30 Desember 2020 - 22:30 WIB
loading...
A
A
A
Keluhan yang mungkin dialami ialah depresi dan gelisah, demikian menurut analisis dari Centre for Mental Health, dengan konsultan para ahli dari NHS (program layanan kesehatan masyarakat di Britania Raya). Masalahnya, pekerja NHS sekali pun bisa berisiko mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD). Ini adalah gangguan yang ditandai dengan kegagalan untuk pulih setelah mengalami atau menyaksikan peristiwa yang mengerikan.
Gangguan tersebut umumnya dirasakan oleh mereka yang mengalami konflik bersenjata. Yayasan Mind menyebutkan, pada November kemarin banyak orang mengalami krisis kesehatan mental yang jumlahnya lebih banyak dibanding bulan-bulan sebelumnya. Ada kenaikan 15% orang yang menderita gangguan mental dari Maret hingga Juli tahun ini.
Para dokter khawatir NHS kewalahan menangani pasien yang dirawat inap menyusul tingginya infeksi COVID-19 di negara tersebut. Total pasien yang dirawat inap hampir melebihi puncak gelombang pertama. Di mana sebanyak 21.286 pasien dirawat terhitung tanggal 22 Desember 2020. Bandingkan dengan data tanggal 12 April sebanyak 21.683 pasien yang dirawat inap.
(Baca Juga: Rentan Depresi Saat Pandemi, Kesehatan Jiwa Lansia Harus Dijaga )
Sebelum Inggris menjalani lockdown kedua di bulan November, sebanyak 42 ahli mengingatkan bahwa permasalahan pandemi ini bisa berujung kepada hal yang amat serius. Sebut saja memicu tindakan bunuh diri atau menyakiti diri sendiri, termasuk penyalahgunaan alkohol hingga kekerasan rumah tangga. Dalam sebuah surat terbuka kepada pemerintah, masyarakat menyampaikan semakin lama lockdown semakin buruk situasi yang akan terjadi.
Gangguan tersebut umumnya dirasakan oleh mereka yang mengalami konflik bersenjata. Yayasan Mind menyebutkan, pada November kemarin banyak orang mengalami krisis kesehatan mental yang jumlahnya lebih banyak dibanding bulan-bulan sebelumnya. Ada kenaikan 15% orang yang menderita gangguan mental dari Maret hingga Juli tahun ini.
Para dokter khawatir NHS kewalahan menangani pasien yang dirawat inap menyusul tingginya infeksi COVID-19 di negara tersebut. Total pasien yang dirawat inap hampir melebihi puncak gelombang pertama. Di mana sebanyak 21.286 pasien dirawat terhitung tanggal 22 Desember 2020. Bandingkan dengan data tanggal 12 April sebanyak 21.683 pasien yang dirawat inap.
(Baca Juga: Rentan Depresi Saat Pandemi, Kesehatan Jiwa Lansia Harus Dijaga )
Sebelum Inggris menjalani lockdown kedua di bulan November, sebanyak 42 ahli mengingatkan bahwa permasalahan pandemi ini bisa berujung kepada hal yang amat serius. Sebut saja memicu tindakan bunuh diri atau menyakiti diri sendiri, termasuk penyalahgunaan alkohol hingga kekerasan rumah tangga. Dalam sebuah surat terbuka kepada pemerintah, masyarakat menyampaikan semakin lama lockdown semakin buruk situasi yang akan terjadi.
(tsa)
Lihat Juga :