Kemenkes Sepakat Beli 50 Juta Dosis Vaksin AZD1222 dari AstraZeneca
Jum'at, 01 Januari 2021 - 21:49 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan perjanjian ini, AstraZeneca akan memperluas kapasitas produksi globalnya untuk memastikan pasokan khusus AZD1222 untuk Indonesia. Hal ini dilakukan secara paralel dengan uji klinis yang sedang berlangsung di Amerika Serikat, Inggris, Brasil, Afrika Selatan, Jepang, Rusia, Kenya, dan rencananya akan dilakukan juga di Eropa dan Tiongkok. Uji coba ini menilai kemanjuran, keamanan, dan respons imun hingga 60.000 peserta di seluruh dunia dengan rentang usia yang luas dan dari beragam kelompok ras, etnis, dan geografis.
Analisis sementara dari program Fase III yang dilakukan Universitas Oxford dengan AZD1222, ditinjau sejawat (peer-reviewed) dan diterbitkan di The Lancet pada 8 Desember 2020, menunjukkan bahwa vaksin tersebut aman dan efektif dalam mencegah Covid-19 simptomatis dan melindungi dari penyakit yang parah dan rawat inap. AZD 1222 disimpan pada suhu 2-8 derajat Celcius, memungkinkan penggunaan yang mudah dalam pengaturan perawatan kesehatan yang ada, seperti di rumah perawatan dan apotek, serta di negara-negara berpenghasilan rendah.
Guna memastikan bahwa vaksin memenuhi standar keamanan tertinggi dan pengenalannya sesuai dengan peraturan perawatan kesehatan Indonesia, Kemenkes, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan AstraZeneca bekerja sama dalam persiapan untuk persetujuan regulasi yang cepat dan dipimpin oleh sains. Di seluruh dunia, AstraZeneca telah mulai mengirimkan data klinis ke regulator yang memiliki kerangka kerja untuk penggunaan darurat atau persetujuan bersyarat.
(Baca juga: Begini Perincian Pemberian Vaksinasi Covid-19 di Indonesia )
AstraZeneca bekerja sama dengan Universitas Oxford, pemerintah, organisasi kesehatan terkemuka seperti WHO, CEPI dan GAVI serta produsen untuk menyediakan vaksin secara luas, merata, dan secara nirlaba selama pandemi ini. Perjanjian Pembelian di Muka untuk Indonesia melengkapi 170 juta dosis AZD1222 yang disediakan AstraZeneca melalui Fasilitas COVAX, yang menjadi mitra pemerintah Indonesia.
Analisis sementara dari program Fase III yang dilakukan Universitas Oxford dengan AZD1222, ditinjau sejawat (peer-reviewed) dan diterbitkan di The Lancet pada 8 Desember 2020, menunjukkan bahwa vaksin tersebut aman dan efektif dalam mencegah Covid-19 simptomatis dan melindungi dari penyakit yang parah dan rawat inap. AZD 1222 disimpan pada suhu 2-8 derajat Celcius, memungkinkan penggunaan yang mudah dalam pengaturan perawatan kesehatan yang ada, seperti di rumah perawatan dan apotek, serta di negara-negara berpenghasilan rendah.
Guna memastikan bahwa vaksin memenuhi standar keamanan tertinggi dan pengenalannya sesuai dengan peraturan perawatan kesehatan Indonesia, Kemenkes, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan AstraZeneca bekerja sama dalam persiapan untuk persetujuan regulasi yang cepat dan dipimpin oleh sains. Di seluruh dunia, AstraZeneca telah mulai mengirimkan data klinis ke regulator yang memiliki kerangka kerja untuk penggunaan darurat atau persetujuan bersyarat.
(Baca juga: Begini Perincian Pemberian Vaksinasi Covid-19 di Indonesia )
AstraZeneca bekerja sama dengan Universitas Oxford, pemerintah, organisasi kesehatan terkemuka seperti WHO, CEPI dan GAVI serta produsen untuk menyediakan vaksin secara luas, merata, dan secara nirlaba selama pandemi ini. Perjanjian Pembelian di Muka untuk Indonesia melengkapi 170 juta dosis AZD1222 yang disediakan AstraZeneca melalui Fasilitas COVAX, yang menjadi mitra pemerintah Indonesia.
(nug)
Lihat Juga :