Kemenkes Sepakat Beli 50 Juta Dosis Vaksin AZD1222 dari AstraZeneca
Jum'at, 01 Januari 2021 - 21:49 WIB
loading...
Kemenkes RI dan AstraZeneca menandatangani Perjanjian Pembelian di Muka untuk pasokan 50 juta dosis potensial vaksin Covid-19, AZD1222. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia dan AstraZeneca menandatangani Perjanjian Pembelian di Muka untuk pasokan 50 juta dosis potensial vaksin Covid-19 Universitas Oxford, AZD1222. Perjanjian ini menyusul sebuah komitmen yang telah ditandatangani Kemenkes dan AstraZeneca pada Oktober 2020. Pengiriman pertama vaksin diharapkan terjadi pada paruh pertama 2021.
(Baca juga: Masyarakat Penerima SMS Blast Wajib Vaksinasi Covid-19 )
Perjanjian Pembelian di Muka ini ditandatangani Direktur Utama PT Biofarma, Honesti Basyir dan Direktur Keuangan & Mitra Bisnis PT Biofarma, I.G.N. Suharta Wijaya, serta Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Se Whan Chon di Kantor PT Biofarma, Bandung. Upacara penandatanganan juga disaksikan Menteri Kesehatan , Budi Gunadi Sadikin.
"Dengan senang hati saya mengonfirmasi bahwa kami telah menandatangani Perjanjian Pembelian di Muka untuk 50 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca/Universitas Oxford. Otorisasi vaksin yang dilakukan oleh Badan Pengelola Obat dan Kesehatan Inggris hari ini telah menyatakan bahwa vaksin tersebut aman dan efektif, serta akan membantu kita untuk terus melindungi masyarakat Indonesia dan mempercepat upaya negara untuk memerangi pandemi," kata Budi Gunadi melalui siaran resminya, Kamis (31/12).
Se Whan Chon memaparkan bahwa AstraZeneca mendukung strategi vaksin Covid-19 pemerintah dengan menyediakan 50 juta dosis vaksin potensial AstraZeneca/Universitas Oxford, AZD1222 secara nirlaba selama periode pandemi.
"Saya berterima kasih atas bimbingan dan kepemimpinan pemerintah, dan kami juga berharap dapat memperdalam kolaborasi kita di masa depan. Dengan adanya kerja sama antara pemerintah dan industri, kita dapat mengatasi pandemi ini dan membangun Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera," jelas Se Whan Chon.
(Baca juga: Masyarakat Penerima SMS Blast Wajib Vaksinasi Covid-19 )
Perjanjian Pembelian di Muka ini ditandatangani Direktur Utama PT Biofarma, Honesti Basyir dan Direktur Keuangan & Mitra Bisnis PT Biofarma, I.G.N. Suharta Wijaya, serta Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Se Whan Chon di Kantor PT Biofarma, Bandung. Upacara penandatanganan juga disaksikan Menteri Kesehatan , Budi Gunadi Sadikin.
"Dengan senang hati saya mengonfirmasi bahwa kami telah menandatangani Perjanjian Pembelian di Muka untuk 50 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca/Universitas Oxford. Otorisasi vaksin yang dilakukan oleh Badan Pengelola Obat dan Kesehatan Inggris hari ini telah menyatakan bahwa vaksin tersebut aman dan efektif, serta akan membantu kita untuk terus melindungi masyarakat Indonesia dan mempercepat upaya negara untuk memerangi pandemi," kata Budi Gunadi melalui siaran resminya, Kamis (31/12).
Se Whan Chon memaparkan bahwa AstraZeneca mendukung strategi vaksin Covid-19 pemerintah dengan menyediakan 50 juta dosis vaksin potensial AstraZeneca/Universitas Oxford, AZD1222 secara nirlaba selama periode pandemi.
"Saya berterima kasih atas bimbingan dan kepemimpinan pemerintah, dan kami juga berharap dapat memperdalam kolaborasi kita di masa depan. Dengan adanya kerja sama antara pemerintah dan industri, kita dapat mengatasi pandemi ini dan membangun Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera," jelas Se Whan Chon.

Lihat Juga :