Sudah Siap Lepas Anak Sekolah Tatap Muka? Pastikan Dulu Hal-Hal Ini
Rabu, 06 Januari 2021 - 07:27 WIB
loading...
A
A
A
"Pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar anak seperti nutrisi lengkap seimbang, imunisasi lengkap sesuai usia, kasih sayang, stimulasi perkembangan, keseimbangan aktivitas fisik dan tidur, serta perlindungan dari berbagai risiko gangguan keselamatan dan tumbuh kembang dimulai dari lingkungan rumah dan keluarga," kata Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Aman Bhakti Pulungan melalui siaran resminya, belum lama ini.
Orangtua dan anggota keluarga dewasa di rumah harus memeriksa apakah kebutuhan anak telah terpenuhi serta mencari bantuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut ke fasilitas layanan terdekat. Pendidikan disiplin hidup bersih, sehat serta penerapan protokol kesehatan dimulai dari rumah sebagai lingkungan terdekat anak, terlepas dari apakah anak menghadiri kegiatan belajar tatap muka atau tidak.
"Orangtua dan anggota keluarga dewasa diharapkan mulai memperkenalkan 3M; kebiasaan cuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak sejak dini. Pengenalan kebiasaan mencuci tangan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana memberi contoh secara rutin dan membersihkan tangan anak, lalu ditingkatkan secara bertahap," jelasnya.
Pemakaian masker dengan cara yang benar dapat mulai dikenalkan sejak usia 2 tahun, dengan durasi semampu anak, kemudian ditingkatkan secara bertahap. Ketika anak belum mampu hendaknya tidak dimarahi, melainkan diberi apresiasi ketika ia mampu melakukan dengan benar, serta terus diberikan contoh, kesempatan, dan bimbingan secara berulang-ulang hingga lancar dan menjadi kebiasaan.
Menimbang dan memperhatikan panduan dari World Health Organization (WHO), publikasi ilmiah, publikasi di media massa, dan kasus COVID-19 di Indonesia saat ini, IDAI memandang bahwa pembelajaran melalui sistem jarak jauh (PJJ) lebih aman.
Bagi orangtua yang mempertimbangkan persetujuan kegiatan sekolah tatap muka dalam masa pandemi ini disarankan untuk mempertimbangkan beberapa hal. Salah satunya, apakah partisipasi anak dalam kegiatan sekolah tatap muka lebih bermanfaat atau justru meningkatkan risiko penularan.
Orangtua dan anggota keluarga dewasa di rumah harus memeriksa apakah kebutuhan anak telah terpenuhi serta mencari bantuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut ke fasilitas layanan terdekat. Pendidikan disiplin hidup bersih, sehat serta penerapan protokol kesehatan dimulai dari rumah sebagai lingkungan terdekat anak, terlepas dari apakah anak menghadiri kegiatan belajar tatap muka atau tidak.
"Orangtua dan anggota keluarga dewasa diharapkan mulai memperkenalkan 3M; kebiasaan cuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak sejak dini. Pengenalan kebiasaan mencuci tangan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana memberi contoh secara rutin dan membersihkan tangan anak, lalu ditingkatkan secara bertahap," jelasnya.
Pemakaian masker dengan cara yang benar dapat mulai dikenalkan sejak usia 2 tahun, dengan durasi semampu anak, kemudian ditingkatkan secara bertahap. Ketika anak belum mampu hendaknya tidak dimarahi, melainkan diberi apresiasi ketika ia mampu melakukan dengan benar, serta terus diberikan contoh, kesempatan, dan bimbingan secara berulang-ulang hingga lancar dan menjadi kebiasaan.
Menimbang dan memperhatikan panduan dari World Health Organization (WHO), publikasi ilmiah, publikasi di media massa, dan kasus COVID-19 di Indonesia saat ini, IDAI memandang bahwa pembelajaran melalui sistem jarak jauh (PJJ) lebih aman.
Bagi orangtua yang mempertimbangkan persetujuan kegiatan sekolah tatap muka dalam masa pandemi ini disarankan untuk mempertimbangkan beberapa hal. Salah satunya, apakah partisipasi anak dalam kegiatan sekolah tatap muka lebih bermanfaat atau justru meningkatkan risiko penularan.
Lihat Juga :