Kaki Sering Terasa Dingin, Waspada Gejala Diabetes Tipe 2
Kamis, 07 Januari 2021 - 07:14 WIB
loading...
A
A
A
Diabetes UK memaparkan bahwa memiliki diabetes berarti berisiko lebih besar terkena masalah kaki. Situs kesehatan tersebut melanjutkan, ini karena glukosa darah yang meningkat, juga dikenal sebagai gula darah , dapat merusak sensasi di kaki.
"Ini juga dapat memengaruhi sirkulasi Anda, yang dapat menyebabkan Anda mendapatkan lebih sedikit suplai darah ke kaki Anda," paparnya.
Tanpa suplai darah yang baik, Anda mengalami masalah dengan luka dan penyembuhan luka. Anda juga mengalami kram dan nyeri di tungkai atau kaki. "Jika masalah ini tidak ditangani, dapat menyebabkan tukak kaki, infeksi, dan yang terburuk, amputasi. Kebanyakan masalah kaki dapat dicegah dengan perawatan kaki yang baik dan teratur," tambahnya.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di US National Library of Medicine National Institutes of Health, ketidakteraturan suhu tubuh pada diabetes tipe 2 diselidiki lebih lanjut.
"Orang dengan diabetes telah dilaporkan memiliki aliran darah kulit yang lebih rendah dan respons berkeringat selama paparan panas dan ini dapat memiliki konsekuensi penting pada regulasi kardiovaskular dan kontrol glikemik," catat studi tersebut.
"Ini juga dapat memengaruhi sirkulasi Anda, yang dapat menyebabkan Anda mendapatkan lebih sedikit suplai darah ke kaki Anda," paparnya.
Tanpa suplai darah yang baik, Anda mengalami masalah dengan luka dan penyembuhan luka. Anda juga mengalami kram dan nyeri di tungkai atau kaki. "Jika masalah ini tidak ditangani, dapat menyebabkan tukak kaki, infeksi, dan yang terburuk, amputasi. Kebanyakan masalah kaki dapat dicegah dengan perawatan kaki yang baik dan teratur," tambahnya.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di US National Library of Medicine National Institutes of Health, ketidakteraturan suhu tubuh pada diabetes tipe 2 diselidiki lebih lanjut.
"Orang dengan diabetes telah dilaporkan memiliki aliran darah kulit yang lebih rendah dan respons berkeringat selama paparan panas dan ini dapat memiliki konsekuensi penting pada regulasi kardiovaskular dan kontrol glikemik," catat studi tersebut.
Lihat Juga :