Optimalkan Promosi Produk Pariwisata, Peran VITO Diperkuat
Jum'at, 15 Mei 2020 - 07:30 WIB
loading...
Bali menjadi andalan produk pariwisata yang akan dipromosikan ke luar negeri. Foto Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Peran perwakilan promosi pariwisata Indonesia di luar negeri atau VITO (Visit Indonesia Tourism Officer) akan dioptimalkan untuk promosi produk pariwisata ke negara-negara fokus pasar wisatawan, yang tersebar di 16 negara di dunia.
"Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan terhadap citra pariwisata Indonesia dengan menyampaikan kebijakan terkini dan product update sehingga diharapkan brand awareness pariwisata Indonesia tetap terjaga," kata Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya dalam keterangan persnya, Kamis (15/5).
Membahas hal tersebut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)
bersama VITO menggelar rangkaian webinar. Beberapa kebijakan yang disampaikan dalam rangkaian webinar ke negara-negara pasar wisatawan itu, di antaranya memberikan informasi mengenai gerakan Indonesia Bersih, Sehat, dan Aman (Clean, Health and Safety). (Baca juga : Menjelajahi Situs Warisan Dunia Yang Ada di Indonesia )
Nia mengatakan, hal ini penting untuk menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia tanggap terhadap new normal sehingga wisatawan nantinya tidak perlu merasa khawatir saat melancong ke Indonesia.
"Dari kegiatan ini diharapkan juga dapat terjadi soft selling antara para pelaku usaha di luar negeri dengan pelaku usaha dalam negeri yang berpartisipasi. Dengan demikian pariwisata Indonesia diharapkan menjadi top of mind dalam pilihan calon wisatawan," ujar Nia.
"Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan terhadap citra pariwisata Indonesia dengan menyampaikan kebijakan terkini dan product update sehingga diharapkan brand awareness pariwisata Indonesia tetap terjaga," kata Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya dalam keterangan persnya, Kamis (15/5).
Membahas hal tersebut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)
bersama VITO menggelar rangkaian webinar. Beberapa kebijakan yang disampaikan dalam rangkaian webinar ke negara-negara pasar wisatawan itu, di antaranya memberikan informasi mengenai gerakan Indonesia Bersih, Sehat, dan Aman (Clean, Health and Safety). (Baca juga : Menjelajahi Situs Warisan Dunia Yang Ada di Indonesia )
Nia mengatakan, hal ini penting untuk menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia tanggap terhadap new normal sehingga wisatawan nantinya tidak perlu merasa khawatir saat melancong ke Indonesia.
"Dari kegiatan ini diharapkan juga dapat terjadi soft selling antara para pelaku usaha di luar negeri dengan pelaku usaha dalam negeri yang berpartisipasi. Dengan demikian pariwisata Indonesia diharapkan menjadi top of mind dalam pilihan calon wisatawan," ujar Nia.
Lihat Juga :