Setelah Isolasi Mandiri 14 Hari, Penyitas COVID-19 Tak Berisiko Menularkan Virus Meski Test PCR Positif
Minggu, 10 Januari 2021 - 10:31 WIB
loading...
A
A
A
Kedua dokter yang merawat baik Trump dan Lee mengklaim bahwa kedua tokoh tersebut tidak lagi terinfeksi dan tidak berpotensi menularkan virus kepada orang lain, merujuk pada panduan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). CDC menyebutkan, kebanyakan orang yang sudah menjalani isolasi mandiri selama 10 hari sejak memiliki gejala, dinyatakan sudah bersih.
Baca juga : 4 Olahraga yang Bisa Menghilangkan Perut Buncit
Dr. Amesh Adalja, dokter penyakit infeksi dari Johns Hopkins University Center, mengatakan ada dua cara untuk mengetahui apakah pasien Covid-19 sudah benar-benar aman untuk berkumpul dengan orang lain. Yang pertama adalah dengan mengevaluasi gejala.
“Cara termudah adalah menunggu 10 hari dari onset gejala pada kasus ringan hingga sedang (lebih dari 20 hari pada kasus berat) barulah bisa berhenti isolasi mandiri,” kata Adalja dikutip dari Healthline. Hal ini berbanding lurus dengan panduan CDC dimana pasien yang sudah tidak memiliki demam dalam waktu 24 jam tanpa menggunakan pereda demam, dan gejala lain seperti lelah maupun batuk sudah hilang, berdasarkan panduan CDC sudah bisa berkumpul dengan orang lain.
Pasien immunocompromised atau dengan kasus Covid-19 yang berat, haruslah isolasi mandiri setidaknya 20 hari setelah gejala. Menurut dr. Matthe Heinz, spesialis penyakit dalam di Tucson, Arizona, AS, pasin haruslah mengevaluasi keadaan mereka setelah isolasi. Kalau masih ada demam, berarti masih ada virus aktif yang menginfeksi dan penting untuk melanjutkan isolasi mandiri. Cara yang kedua adalah dengan melakukan tes PCR.
Baca juga : 4 Olahraga yang Bisa Menghilangkan Perut Buncit
Dr. Amesh Adalja, dokter penyakit infeksi dari Johns Hopkins University Center, mengatakan ada dua cara untuk mengetahui apakah pasien Covid-19 sudah benar-benar aman untuk berkumpul dengan orang lain. Yang pertama adalah dengan mengevaluasi gejala.
“Cara termudah adalah menunggu 10 hari dari onset gejala pada kasus ringan hingga sedang (lebih dari 20 hari pada kasus berat) barulah bisa berhenti isolasi mandiri,” kata Adalja dikutip dari Healthline. Hal ini berbanding lurus dengan panduan CDC dimana pasien yang sudah tidak memiliki demam dalam waktu 24 jam tanpa menggunakan pereda demam, dan gejala lain seperti lelah maupun batuk sudah hilang, berdasarkan panduan CDC sudah bisa berkumpul dengan orang lain.
Pasien immunocompromised atau dengan kasus Covid-19 yang berat, haruslah isolasi mandiri setidaknya 20 hari setelah gejala. Menurut dr. Matthe Heinz, spesialis penyakit dalam di Tucson, Arizona, AS, pasin haruslah mengevaluasi keadaan mereka setelah isolasi. Kalau masih ada demam, berarti masih ada virus aktif yang menginfeksi dan penting untuk melanjutkan isolasi mandiri. Cara yang kedua adalah dengan melakukan tes PCR.
Lihat Juga :