Efikasi di Atas Standar WHO dan Halal, Mengapa Masih Ada yang Menolak Vaksin?

Rabu, 13 Januari 2021 - 15:23 WIB
loading...
Efikasi di Atas Standar...
Vaksin Sinovac sudah dinyatakan halal dan memiliki efikasi di atas standar WHO. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Sementara banyak orang di penjuru dunia menunggu divaksin, tidak sedikit sentimen negatif terhadap vaksin COVID-19 ini. Masih banyak orang yang menolak vaksin dengan berbagai alasan.Padahal, vaksin COVID-19 merupakan kunci untuk menurunkan angka kematian yang terjadi akibat penyakit itu. Terlebih bagi tenaga kesehatan, lansia, dan orang dengan komorbid yang sejauh ini angka kematiannya paling tinggi.

Alasannya ada yang mengaku takut jarum, beberapa percaya vaksin adalah teori konspirasi, dan beberapa lainnya khawatir efek samping yang timbul. Lainnya berpendalat vaksin tidaklah perlu dan memilih risiko terkena COVID-19 . Bagaimana dengan di Indonesia, penolakan terhadap vaksin COVID-19 juga muncul dari kalangan nakes.

Baca juga : Jokowi, Raffi Ahmad, dll Sudah Divaksinasi, Ekonomi Bakal Moncer Lagi

Menurut Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Cissy B. Kartasasmita, terdapat 20% nakes di beberapa daerah yang masih tidak mau menerima vaksin.Pemerintah pun tidak tinggal diam dan mengeluarkan peringaran bagi warga negara Indonesia yang menolak vaksin Covid-19. Menolak program negara tersebut maka siap-siaplah menerima hukuman penjara satu tahun dan denda Rp 100 juta.

Hal ini ditegaskan olen Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Prof Edward OS Hiariej menegaskan, mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan atau menghalangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan bisa dipidana. "Yakni penjara paling lama satu tahun atau denda maksimal Rp 100 juta," ungkap Wamenkumham.

Bagi mereka yang masih ragu, dr. Erika, Sp,JP. FIHA, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah selaku tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam penanganan pasien COVID-19 menghimbau, “Pandemi ini belum berakhir, kita harus tetap menjaga protokol kesehatan sampai pemerintah mengumumkan pandemi ini berakhir. Apabila masih ada yang ragu terhadap vaksin, saya harapkan bisa berubah pikiran demi mengeluarkan Indonesia dari pandemi ini,” ujarnya.

Baca juga : Usai Divaksin, Raffi Ahmad: "Ayooo Kita Vaksin, Jangan Takut"

Kementerian Kesehatan menyebutkan, 64% orang Indonesia sudah mau divaksinasi dan 24% masih ragu. “Yang ragu mudah-mudahan menjadi yakin pada saat vaksin ini diumumkan nanti, agar mau divaksinasi supaya terlindung dari penularan COVID-19, sakit, dan kematian. Sehingga pandemi segera mereda, ekonomi mulai bergerak, dan kehidupan kita membaik”, tutup Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA(K)., Msi, Anggota Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Muncul Lagi, Apa Bedanya dan Bagaimana Pencegahannya?
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Menyebar ke 23 Negara, Ini yang Perlu Diketahui
Jerinx SID Unggah Foto...
Jerinx SID Unggah Foto Pakai Baju Bali Tolak Rapid, Sentil Soal Konspirasi Covid 19 di Epstein Files
Jerinx SID Sebut Dulu...
Jerinx SID Sebut Dulu Omongannya Soal Hubungan Covid-19 dan Epstein Files Dianggap Halu
Ariana Grande Positif...
Ariana Grande Positif Covid Kedua Kalinya di Tengah Promosi Film Wicked: For Good
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Berita Terkini
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 73, Penyergapan Pecah Menjadi Baku Tembak dan Pertarungan Sengit
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Konflik Memanas, Ruben...
Konflik Memanas, Ruben Onsu Ultimatum Sarwendah Soal Nafkah dan Hak Bertemu Anak
Ruben Onsu Siap Gugat...
Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak dari Sarwendah
Vicky Shu Sindir Calo...
Vicky Shu Sindir Calo Konser BTS Patok Harga Selangit, Kesal Oknum Menimbun Tiket
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved