Banyak Fan Fiction K-pop Berkonten Seksual, Netizen Korea Kirim Petisi ke Presiden
Kamis, 14 Januari 2021 - 19:26 WIB
loading...
A
A
A
Isu ini muncul setelah rapper Son Simba menyebut bahwa konten RPS dan deep fake pornography tak bisa dianggap sebagai sebuah budaya. Pernyataan ini lalu didukung oleh beberapa seleb Korea lainnya.
Sementara itu, seorang penulis konten RPS dengan nama 'Shashak' menulis di Postype bahwa dia merasa bersalah karena hal tersebut. "Aku akan berhenti menulisnya dan mencoba berpikir ulang lagi," tulisnya.
Sementara penulis lainnya dengan nama 'Dearna' membela RPS dengan mengatakan bahwa yang ditulisnya adalah sebuah "karya kreatif" dengan menggunakan karakter idol sungguhan sebagai bagian dari budaya penggemar (fan culture).
"RPS beda dengan deep fakes. Deep fakes bisa jadi sebuah kejahatan seksual, tapi RPS bukan untuk jadi pemuas nafsu seksual," tulisnya.
Deep fakes pornography mengacu pada video atau foto yang dimanipulasi, yang sering menjadi sumber kejahatan seksual. Biasanya, wajah atau tubuh idol dipakai atau ditempelkan ke bagian tubuh orang lain. (Baca Juga: 5 Pasangan Idol Korea dengan Shipper Sejuta Umat, Bakal Jadian Beneran? )
Sebelumnya, beredar kasus kontroversi chatbot Lee Luda yang didesain untuk berbicara seperti mahasiswa perempuan. Luda lalu menjadi objek seksual oleh netizen, dan akhirnya membuat pengembang teknologi ini menarik kembali layanannya tersebut.
Sementara itu, seorang penulis konten RPS dengan nama 'Shashak' menulis di Postype bahwa dia merasa bersalah karena hal tersebut. "Aku akan berhenti menulisnya dan mencoba berpikir ulang lagi," tulisnya.
Sementara penulis lainnya dengan nama 'Dearna' membela RPS dengan mengatakan bahwa yang ditulisnya adalah sebuah "karya kreatif" dengan menggunakan karakter idol sungguhan sebagai bagian dari budaya penggemar (fan culture).
"RPS beda dengan deep fakes. Deep fakes bisa jadi sebuah kejahatan seksual, tapi RPS bukan untuk jadi pemuas nafsu seksual," tulisnya.
Deep fakes pornography mengacu pada video atau foto yang dimanipulasi, yang sering menjadi sumber kejahatan seksual. Biasanya, wajah atau tubuh idol dipakai atau ditempelkan ke bagian tubuh orang lain. (Baca Juga: 5 Pasangan Idol Korea dengan Shipper Sejuta Umat, Bakal Jadian Beneran? )
Sebelumnya, beredar kasus kontroversi chatbot Lee Luda yang didesain untuk berbicara seperti mahasiswa perempuan. Luda lalu menjadi objek seksual oleh netizen, dan akhirnya membuat pengembang teknologi ini menarik kembali layanannya tersebut.
(ita)
Lihat Juga :