Vaksin Sinovac Gunakan Virus yang Sudah Dimatikan

Sabtu, 16 Januari 2021 - 11:58 WIB
loading...
A A A
Masyarakat harus yakin karena vaksin sebelum diberikan sudah di uji coba. Negara lain yang memesan vaksin Sinovac juga melakukan hal yang sama di negara mereka masing- masing. Seperti Turki, Brasil, dan Chili karena setiap bangsa berbeda respons tubuhnya terhadap vaksin, maka setiap negara harus dicoba dulu di wilayah mereka sendiri. Seperti halnya dengan efek samping yang juga ditakutkan masyarakat. Setiap produk kesehatan dimungkinkan ada efek sampingnya. Namun, hal itu tergantung respons tubuh atau alergi seseorang.

Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Zullies Ikawati mengungkapkan, efikasi vaksin banyak membuat masyarakat menjadi ragu. Berdasarkan uji klinis yang di lakukan di Bandung, efikasi Vaksin Sinovac 65,35%. Efikasi sendiri merupakan hal yang menunjukan kemanjuran atau seberapa besar bisa mengurangi infeksi.

Uji klinis vaksin dilakukan dengan melibatkan dua kelompok. Kelompok pertama, kelompok yang tidak divaksin satu lagi kelompok yang divaksin. Setelah itu akan diamati dalam periode tertentu, untuk Sinovac sudah dilakukan selama 6 bulan.

"Akan dilihat berapa orang yang terkonfirmasi Covid pada kelompok vaksin dan yang tidak divaksin. Kalau vaksinasi itu manjur tentunya kelompok yang divaksin akan jauh lebih sedikit yang terinfeksi dibanding dengan kelompok yang tidak divaksin," jelasnya.

Efikasi sebenarnya dapat berbeda dari satu tempat dengan tempat yang lain karena dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain jumlah subyek buatan dan karakteristik dari populasi tersebut. Misalnya jika digunakan kepada populasi yang berisiko tinggi maka kelompok yang tidak divaksin, kemungkinan jumlah terpapar Covid-19 akan tinggi sehingga efikasi dari vaksin dalam hitungan menjadi tinggi. Tetapi ketika digunakan pada populasi dengan risiko rendah, misalnya kepada mereka yang tetap tinggal di rumah dan menerapkan protokol kesehatan lengkap kelihatan efikasinya akan berkurang.

Padahal vaksin yang digunakan sama, tetapi jika diujikan pada populasi yang berbeda bisa menghasilkan efikasi berbeda karena efikasi dihitung dari proporsi yang terpapar Covid-19 pada kedua kelompok. Jadi, angka efikasi tersebut bukan angka mati. Namun, nilai efikasi vaksin Sinovac diklaim sudah sangat bagus karena standar badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) memberikan izin vaksinasi dengan efikasi vaksin sebesar 50%.

Zullies mengatakan, selain istilah efikasi juga ada istilah efektivitas. Efikasi dihasilkan dari uji klinis seperti yang dilakukan di Bandung. Sedangkan efektivitas yakni setelah dipakai pada masyarakat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Vaksin Flu saat Hamil,...
Vaksin Flu saat Hamil, Amankah? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui
Kemenkes Tegaskan Vaksin...
Kemenkes Tegaskan Vaksin MR Aman, Stok Jutaan Dosis Disiapkan Hadapi Lonjakan Campak
Kasus Dengue Melonjak,...
Kasus Dengue Melonjak, Kalimantan Utara Mulai Program Vaksin DBD
Tak Perlu Panik, Ini...
Tak Perlu Panik, Ini Efek Samping Vaksin Flu yang Perlu Diketahui
WHO Bantah Rumor soal...
WHO Bantah Rumor soal Vaksin Akibatkan Autisme
Perlukah Indonesia Vaksin...
Perlukah Indonesia Vaksin TBC? Ini Penjelasan Siti Fadilah Supari dan Guru Besar FKUI
Habis Covid-19, Muncul...
Habis Covid-19, Muncul Hantavirus: Ini Daftar 5 Perusahaan Vaksin yang Untung Besar-besaran
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
China Siap Kenalkan...
China Siap Kenalkan Aplikasi Pengganti Injeksi ke Tubuh Manusia Tanpa Suntikan
Rekomendasi
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
Berita Terkini
Nina Zatulini dan Natasha...
Nina Zatulini dan Natasha Rizky Belajar Bahasa Inggris di Usia 30-an, Netizen Salut
Cinta Laura Dukung Kegiatan...
Cinta Laura Dukung Kegiatan CFD Jadi Ajang Gen Z dan Gen Alpha Bersosialisasi
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
Momen Middleton Bertemu...
Momen Middleton Bertemu Mantan Pacarnya di Pernikahan Peter Phillips
Peter Phillips Resmi...
Peter Phillips Resmi Menikah, Absennya Pangeran Harry Jadi Sorotan
Tak Hanya Cantik, Audisi...
Tak Hanya Cantik, Audisi Miss Indonesia 2026 Mencari Talenta Terbaik Mulai dari Manner Impressive hingga Smart Social
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved