Efek Samping Sinovac Umumnya Ringan dan Bisa Membaik dengan Sendirinya

Minggu, 17 Januari 2021 - 15:35 WIB
loading...
Efek Samping Sinovac...
Efek samping yang timbul setelah divaksin biasanya hanya ringan, seperti demam dan pegal-pegal. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Efek samping sinovac selama ini masih belum ada yang membahayakan. dr. Muhammad Fajri Adda’i selaku dokter umum relawan Covid-19 , bahwa setelah etelah divaksin, orang bersangkutan diharapkan tidak langsung pulang namun menunggu 30 menit untuk melihat reaksi vaksin atau yang dikenal dengan sebut kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Yaitu serangkan reaksi, biasanya berupa peradangan dalam tubuh, setelah imunisasi.

Umumnya, kejadian KIPI cenderung ringan dan dapat membaik dengan sendirinya. Reaksi yang umum dan normal sehabis divaksin adalah demam. “Itu artinya tubuh bereaksi mengenali benda asing untuk membentuk imunitas dan ini tidak menjadi masalah. Kecuali jika ditemukan anafilastik berat. Seperti sesak napas hebat, tensi menurun, jantung berdebar-debar, dan nadi melemah,” kata dr. Fajri. Reaksi yang terjadi bisa beragam dari ringan hingga berat. Kasus berat misalnya syok anafilastik adalah reaksi alergi yang parah dan berpotensi mengancam nyawa. Reaksi dapat terjadi dalam hitungan detik atau menit sejak terpapar alergen.

Baca Juga : Orang dengan Kondisi Tertentu Tak Bisa Disuntik Vaksin Sinovac, Apa Saja?

Namum begitu dr. Fajri menekankan masyarakat tidak perlu khawatir karena tim medis telah dilengkapi dengan peralatan medis yang meliputi obat-obatan dan suntikan untuk menanggulangi reaksi yang mungkin muncul. “Reaksi seperti sesak napas, pingsan, lemas, mata berkunang, atau keliyengan setelah divaksin, nanti yang bersangkutan dapat diberikan Epinephrine untuk meningatkan tekanan darah dan membuka saluran pernapasan. Ini perlengkapan yang wajib ada,” jelas dr. Fajri.

Epinephrine adalah obat yang digunakan untuk mengobati anafilastik atau reaksi alergi yang membahayakan nyawa. Obat ini bekerja dengan meredakan reaksi alergi yang terjadi dan melemaskan otot-otot saluran pernapasan serta mempersempit pembuluh darah, sehingga napas menjadi lega dan aliran darah ke sel tetap terjaga. Nantinya setelah beberapa hari ke depan, tim medis akan terus memantau perkembangan orang-orang yang sudah divaksin guna melihat kemungkinan adanya KIPI.

Baca Juga : Vaksin Covid Diberikan yang Belum Terinfeksi.Ini Alasan Wamenkes!

Selain reaksi setelah divaksin yang sudah disebutkan sebelumnya, dr. Fajri juga menambahkan reaksi lain yang mungkin saja terjadi. Antara lain sakit perut, kemerahan di kulit, bibir pecah-pecah, dan lainnya. Dr. Fajri menyarankan agar bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit ginjal, paru, jantung sebaiknya berkonsultasi lebih dulu dengan spesialis penyakit dalam atau bagi orang yang sedang mengonsumsi obat terkait apakah boleh divaksin.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat apabila ingin mengetahui efek samping vaksin yang mungkin timbul sebaiknya bertanya dengan tenaga medis bukan dengan mencari di internet yang akhirnya termakan hoax dan jadi enggan divaksin. Sementara itu tentang efikasi vaksin Sinovac yang masih banyak diragukan oleh masyarakat, dijelaskan oleh Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Dr. dr. Hariadi Wibisono, isu efikasi sebetulnya erat kaitannya dengan seroconversion atau serokonversi.

Baca Juga : Main Gadget Terlalu Lama Bisa Memicu Kerusakan Saraf

“Seroconversion itu adalah seberapa jauh tubuh kita mampu bereaksi terhadap vaksin. seroconversion bukan ditentukan oleh kualitas vaksin, tapi oleh kondisi tubuh seseorang. Ada orang-orang yang tubuhnya tidak mampu membentuk antibodi, sehingga sebagus apapun vaksin yang diberikan tidak akan berpengaruh terhadap tubuh mereka,” beber Dr. Hariadi. Serokonversi adalah perkembangan antibodi yang dapat dideteksi pada mikroorganisme dalam serum sebagai akibat dari infeksi atau imunisasi.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Muncul Lagi, Apa Bedanya dan Bagaimana Pencegahannya?
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Menyebar ke 23 Negara, Ini yang Perlu Diketahui
Jerinx SID Unggah Foto...
Jerinx SID Unggah Foto Pakai Baju Bali Tolak Rapid, Sentil Soal Konspirasi Covid 19 di Epstein Files
Jerinx SID Sebut Dulu...
Jerinx SID Sebut Dulu Omongannya Soal Hubungan Covid-19 dan Epstein Files Dianggap Halu
Ariana Grande Positif...
Ariana Grande Positif Covid Kedua Kalinya di Tengah Promosi Film Wicked: For Good
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Berita Terkini
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise dan Baby Soleil Jadi Sorotan, Perhiasan yang Dipakai Tembus Rp1,2 Miliar
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved