Main Gadget Terlalu Lama Bisa Memicu Kerusakan Saraf
Minggu, 17 Januari 2021 - 12:00 WIB
loading...
Bermain gadget terlalu lama bisa menimbulkan kerusakan sarat tepi alias neuropati. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Bermain gadget terlalu lama dapat meningkatkan risiko terkena gejala neuropati. Risiko ini terutama tinggi pada generasi milenial. Bagaimana tidak, sebanyak 98,2% generasi millenial menggunakan smartphone untuk mengakses informasi yang rata-rata makan waktu hingga tujuh jam sehari. Kebiasaan ini bisa berakibat buruk karena dapat memicu kerusakan saraf tepi atau neuropati .
Dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K) mengatakan, aktivitas dengan gerakan berulang dapat menjadi faktor risiko neuropati, seperti penggunaan gawai terlalu lama. “Bagian tubuh pengguna gawai yang berisiko terkena neuropati adalah jari tangan karena dapat menyerang saraf tangan dan menyebabkan kesemutan atau kebas hingga rasa nyeri yang menetap,” terang dr. Manfaluthy.
Baca Juga : Vaksin Covid Diberikan yang Belum Terinfeksi.Ini Alasan Wamenkes!
Neuropati sendiri merupakan kondisi gangguan dan kerusakan saraf yang ditandai dengan gejala seperti kesemutan, kebas, dan kram. Lebih dari 50% masyarakat melakukan aktivitas dan gaya hidup sehari-hari yang berisiko terkena Neuropati.
Kerusakan saraf tepi ini tentunya akan mempengaruhi kualitas hidup, mengurangi kemampuan kita dalam beraktivitas dan mencapai hasil yang maksimal. Kerusakan pada saraf tepi juga dapat menyebabkan gangguan sensorik, motorik dan penurunan kualitas hidup penderita.
Dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K) mengatakan, aktivitas dengan gerakan berulang dapat menjadi faktor risiko neuropati, seperti penggunaan gawai terlalu lama. “Bagian tubuh pengguna gawai yang berisiko terkena neuropati adalah jari tangan karena dapat menyerang saraf tangan dan menyebabkan kesemutan atau kebas hingga rasa nyeri yang menetap,” terang dr. Manfaluthy.
Baca Juga : Vaksin Covid Diberikan yang Belum Terinfeksi.Ini Alasan Wamenkes!
Neuropati sendiri merupakan kondisi gangguan dan kerusakan saraf yang ditandai dengan gejala seperti kesemutan, kebas, dan kram. Lebih dari 50% masyarakat melakukan aktivitas dan gaya hidup sehari-hari yang berisiko terkena Neuropati.
Kerusakan saraf tepi ini tentunya akan mempengaruhi kualitas hidup, mengurangi kemampuan kita dalam beraktivitas dan mencapai hasil yang maksimal. Kerusakan pada saraf tepi juga dapat menyebabkan gangguan sensorik, motorik dan penurunan kualitas hidup penderita.
Lihat Juga :