Gamelan Jawa di Lereng Matterhorn, Logat Wong Tegal made in Swiss

Sabtu, 16 Mei 2020 - 08:37 WIB
loading...
Gamelan Jawa di Lereng...
Gamelan Jawa di Lereng Matterhorn, Logat Wong Tegal made in Swiss/Sekolah Musik 123 Sion
A A A

Ricik kumricik gerimise wis teko

Sedelo maning bapake wis teko

Nyong kaget aduh riko mbeto nopo

Bungkus petak niku isi nopo

RICIK RICIK BANYUMASAN. Begitulah judul lagunya. Isinya repetoire dolanan, mengisahkan gerimis yang jatuh saat petang, ketika bapak menjelang pulang. Semua dalam bahasa Banyumas, bahasa yang seibu dengan Jawa, namun dekat bahasa ngapak ngapak wong Tegal, Jawa Tengah.

Pada perkembangan zaman, lagu itu bisa dilanjutkan dengan kisah kehidupan sehari hari, bahkan diselipkan bahasa Arab. Tergantung kebutuhan. Melihat situasi dan kondisi di lapangan.

Di Sion, Wallis, Swiss Barat, Ricik Ricik Banyumasan berkumandang. Ya, Sion, Swiss, bukan Banyumas. Penabuh dan sindennya bermata biru, berkulit pucat. Usianya tidak lebih dari 25 tahun, bahkan ada yang masih 6 tahun. Ada yang berblangkon cokelat, selendang batik melingkar di leher mereka.


Adalah Sekolah Musik 123 yang mencoba memainkan lancaran dolanan tersebut. 28 murid sekolah yang dipimpin Nicole Coppey itu, memainkannya penuh konsentrasi, sekaligus lepas dalam suasana ceria. ''Persiapannya panjang,“ kata Timothee Coppey, Direktur Artistik Program Studi Gamelan Sekolah Musik 123.



Sebab, imbuh Timothee, tidak semua penabuh gamelannya memiliki pengalaman dengan gamelan Jawa . 'Bahkan ada yang tidak pernah sama sekali,''katanya.

Juga, usia mereka ada yang baru menginjak 6 atau 7 tahun. Khusus untuk melatih lafal Ricik Ricik Banyumasan, yang bagi orang asing sangat menyiksa lidah, Timothee mengharuskan anak asuhnya menghafalkan di rumah. ''Kami merekam lagu tersebut dengan suara asli orang Indonesia, dan dengan teksnya, mereka mencoba menyanyikannya, di rumah, ''katanya.

Baca Juga: Bagaimana Imbas Kanker terhadap Pasien Kanker?

Sedangkan penabuh gamelannya, berlatih rutin selama 2 bulan. ''Kami saling membantu. Yang sudah pengalaman, menunjukkan bermain yang betul kepada yang lain,''imbuhnya.

Beberapa penabuh gamelan, kata Timothee, juga bisa memainkan multi instrumen. ''Itu memudahkan kami memainkan repertoire ini,'' katanya.

Linggawaty Hakim, mantan Dubes RI untuk Swiss, mengaku kagum dengan permainan murid Sekolah Musik 123. ''Mereka memiliki dasar sekolah musik, bukan hanya main gamelan semata. Apa yang ditampilkan, sangat mengagumkan, Ada latar belakang akademis musik, lalu main gamelan. Paduan yang sempurna,''puji Linggawati.


Baca Juga: Dipuji Mike Tyson, McGregor Janji Bakal Hajar Mayweather

Timothee mendalami gamelan Jawa sejak 2008. Empat kali dia melakukan perjalanan ke Indonesia untuk memperdalam pengetahuan gamelannya. Sejak usia belia, di bawah bimbingan Nicolem ibunya, dia juga sudah menekuni musik klasik di sekolah itu.

Timothee paduan musisi berlatar belakang akademis, lalu menekuni musik tradisional, gamelan Jawa khususnya. Keberadaannya, diharapkan membawa aura gamelan Jawa di Heidiland. ''Instrumen ini memang sangat cocok untuk sekolah kami. Ini bukan hanya kumpulan instrumen, namun untuk memainkannya harus bersama, harmoni dan tidak bisa sendiri sendiri,“ katanya

(aww)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rissa Hipnotis Penonton...
Rissa Hipnotis Penonton Musiczone Okezone di Sarinah, Hipdut Bikin Semua Ikut Bergoyang
Buka Musiczone, Nastya...
Buka Musiczone, Nastya Sabella Ajak Penonton Nyanyi dan Galau Bersama
Lagu Sedia Aku Sebelum...
Lagu Sedia Aku Sebelum Hujan Viral di Australia, Gita Idgitaf Ungkap Sempat Tertekan
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Mulai Tahun Depan, Grammy...
Mulai Tahun Depan, Grammy Awards Tambah Kategori Musik Pop Asia
Baskara Putra Raih Penghargaan...
Baskara Putra Raih Penghargaan Musik Bergengsi di Jepang Lewat Lagu 'everything u are'
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Culture Beyond Borders...
Culture Beyond Borders Suguhkan Pertunjukan Budaya Internasional di Kota Tua Jakarta
Rekomendasi
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
Berita Terkini
Amanda Manopo Resmi...
Amanda Manopo Resmi Laporkan Pencemaran Nama Baik Demi Sang Buah Hati
Benarkah Fruktosa dalam...
Benarkah Fruktosa dalam Buah Bisa Memicu Asam Urat? Ini Penjelasan Guru Besar IPB
Raffi Ahmad Donasi Rp250...
Raffi Ahmad Donasi Rp250 Juta untuk Wanita Korban Penyiksaan Taufik Hidayat
Davina Karamoy Curi...
Davina Karamoy Curi Perhatian saat Nonton Ardhito Pramono Manggung di Musiczone Okezone
Gandeng Fuji, Bella...
Gandeng Fuji, Bella Shofie Ajak Emak-Emak Melek Digital dan Mandiri Secara Finansial
Sukses Lewat Cerita...
Sukses Lewat 'Cerita Lila', SHOW Bersiap Dukung Deretan Film Indonesia Go International
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved