Sambut Valentine, Cadbury Luncurkan Kemasan Spesial Ungkapan Hati
Kamis, 28 Januari 2021 - 02:30 WIB
loading...
A
A
A
“Hal tersebut sejalan dengan hasil riset kolaborasi antara Cadbury dan Rumah Konsultasi Psikologi TigaGenerasi yang mengungkap, sebanyak 78% responden menyadari bahwa memastikan rasa sayang kepada pasangan sangatlah diperlukan. Namun, 63% responden merasa sulit untuk mengungkapkan perasaan. Bahkan, sebanyak 45% responden memilih tidak mengungkapkan isi hati kepada pasangan,” tambah Rachel.
Psikolog & Co-founder TigaGenerasi Saskhya Aulia Prima M.Psi mengatakan, baik dalam relasi romantis ataupun keluarga, ungkapan rasa sayang terhadap pasangan sangatlah penting dilakukan guna meningkatkan kualitas dan kepuasan hubungan. Selain itu, mengungkapkan perasaan juga sangat membantu meningkatkan rasa aman dan nyaman sehingga membantu mengurangi stres.
Terlebih pada saat pandemi seperti ini, ketika ruang gerak dan ekspresi menjadi sangat terbatas. Hanya saja dari segi cara penyampaiannya terdapat perbedaan, tergantung masing-masing individu.
“Beberapa alasan yang bisa membuat pasangan merasa malu atau gengsi dalam mengungkapkan perasaan, di antaranya rasa takut akan penolakan dan respon yang tidak sesuai harapan, berpikir bahwa pasangan bisa membaca pikiran, dan juga tidak terbiasa secara budaya untuk mengungkapkan rasa kasih sayang,” kata Saskhya.
Senada dengan pernyataan Saskhya, Marchella FP selaku penulis buku NKCTHI mengungkapkan, terkadang seseorang berpikir bahwa pasangan dapat membaca pikiran mereka. Padahal, tidak semua pasangan bisa memahaminya, kecuali diungkapkan secara jelas. Jadi, mengungkapkan perasaan sangatlah penting, dibandingkan memendamnya dalam hati.
Psikolog & Co-founder TigaGenerasi Saskhya Aulia Prima M.Psi mengatakan, baik dalam relasi romantis ataupun keluarga, ungkapan rasa sayang terhadap pasangan sangatlah penting dilakukan guna meningkatkan kualitas dan kepuasan hubungan. Selain itu, mengungkapkan perasaan juga sangat membantu meningkatkan rasa aman dan nyaman sehingga membantu mengurangi stres.
Terlebih pada saat pandemi seperti ini, ketika ruang gerak dan ekspresi menjadi sangat terbatas. Hanya saja dari segi cara penyampaiannya terdapat perbedaan, tergantung masing-masing individu.
“Beberapa alasan yang bisa membuat pasangan merasa malu atau gengsi dalam mengungkapkan perasaan, di antaranya rasa takut akan penolakan dan respon yang tidak sesuai harapan, berpikir bahwa pasangan bisa membaca pikiran, dan juga tidak terbiasa secara budaya untuk mengungkapkan rasa kasih sayang,” kata Saskhya.
Senada dengan pernyataan Saskhya, Marchella FP selaku penulis buku NKCTHI mengungkapkan, terkadang seseorang berpikir bahwa pasangan dapat membaca pikiran mereka. Padahal, tidak semua pasangan bisa memahaminya, kecuali diungkapkan secara jelas. Jadi, mengungkapkan perasaan sangatlah penting, dibandingkan memendamnya dalam hati.
Lihat Juga :