Melanggengkan Aura Gamelan Jawa di Kaki Matterhorn
Sabtu, 16 Mei 2020 - 10:51 WIB
loading...
A
A
A
Mencampurkan penabuh senior dan anak anak, imbuh Nicole, juga agar tumbuh saling menghormati. ’’Yang senior mengajari yang masih muda. Begitu pula selanjutnya,’’ kata Nicole.
Timothee pun segendang seirama. ’’Gamelan juga diajarkan secara turun temurun, melalui mulut ke mulut. Dari yang tua ke yang muda. Disini juga demikian. Misalnya, kami yang sudah main puluhan tahun, sering menjaga adik adik kami yang pegang gong. Agar dia tetap bermain dengan benar. Kalau ada yang salah ya kami ajari pelan pelan,’’ kata Timothee. Saat ini, ada 100 orang yang belajar gamelan di Sekolah Musik 123.
’’Saya berharap akan menjadi sel yang menyebar, dari Sion, lalu ke seluruh Swiss,’’kata Linggawaty. Seperangkat wayang kulit dan peralatan batik juga mulai dikenalkan oleh Sekolah Musik 123. Ricik Ricik Banyumasan, bersama dengan gending jawa lainnya, akan terus berkumandang dari Heidiland, di kaki gunung Matterhorn.
(aww)
Lihat Juga :