Sebelum Merilis Film Terbarunya, Joko Anwar Sempat Jadi Narator Cerita Suara
Jum'at, 29 Januari 2021 - 12:15 WIB
loading...
Di tengah kesibukannya membuat film, kali ini Joko Anwar berkontribusi dalam pembuatan cerita suara atau yang lebih populer dikenal sandiwara radio. Foto/MNC Media.
A
A
A
JAKARTA - Siapa yang tidak mengenal Joko Anwar ? Seorang sutradara yang film-filmnya selalu ditunggu oleh para pecinta film layar lebar. Terakhir Joko Anwar mensutradarai film Perempuan Tanah Jahanam dan film ini menyabet Piala Citra 2020.
Di tengah kesibukannya membuat film terbarunya, kali ini Joko Anwar berkontribusi dalam pembuatan cerita suara atau yang lebih populer dikenal sandiwara radio.
Baca juga: Episode Baru Cerita Suara Beranak di Alam Kubur di RCTI+
Sandiwara radio populer di tahun 90-an dan RCTI+ menghadirkan sandiwara radio dalam kemasan yang baru bernama cerita suara. Ada beberapa judul cerita suara yang populer salah satunya Bulu Kuduk. Januari 2021 ini kembali dirilis season baru dari Bulu Kuduk dan kini telah memasuki episode 2.
Dalam cerita suara ini, Joko Anwar yang berperan sebagai narator mengatakan “saya besar dengan mendengarkan sandiwara radio, dengan adanya cerita suara bulu kuduk ini betul-betul membuat imajinasi pendengarnya berkibar. Buat anda yang ingin mengembangkan imajinasi mendengarkan cerita yang menarik, jangan lupa dengarkan cerita suara bulu kuduk season 2 di Radio+ aplikasi RCTI+”
Leli Kamal selaku VP Operation Roov mengatakan “ Masih dalam campaign Home Of Horror, kali ini dirilis season baru dari Cerita Suara Bulu Kuduk yang sudah mendapat banyak pendengar. Yang berbeda di season ke 2 ini Bulu Kuduk bekerja sama dengan sutradara terkenal sebagai narator yaitu Joko Anwar. Penasaran seperti apa Joko Anwar menghidupkan cerita suara Bulu Kuduk ini ? langsung saja cek di Radio+ Aplikasi RCTI+ “
Pada season 2 ini kisah Bulu Kuduk semakin menegangkan dikarenakan semakin banyak kejadian-kejadian aneh yang terjadi pada Kintan dan juga teman-temanya. Setahun sudah berlalu, Kintan dan Sarah tidak disarankan untuk menggunakan kekuatannya oleh ibu Sintia, dikhawatirkan kekuatan Kintan dan Sarah yang belum sempurna justru membahayakan nyawa mereka. Sampai akhirnya mereka harus berpisah untuk sementara waktu.
Akhirnya kekacauan dunia memuncak, kejadian tak lazim pun banyak terjadi. Terdengar desas-desus bahwa ada jenazah yang hilang dari kamar mayat, dan bukan hanya 1 mayat melainkan 5 mayat setelah beberapa hari berlangsung. Setelah jenazah yang menghilang, ada lagi keanehan baru dimana seorang bayi baru lahir tapi tidak menangis.
Di tengah kesibukannya membuat film terbarunya, kali ini Joko Anwar berkontribusi dalam pembuatan cerita suara atau yang lebih populer dikenal sandiwara radio.
Baca juga: Episode Baru Cerita Suara Beranak di Alam Kubur di RCTI+
Sandiwara radio populer di tahun 90-an dan RCTI+ menghadirkan sandiwara radio dalam kemasan yang baru bernama cerita suara. Ada beberapa judul cerita suara yang populer salah satunya Bulu Kuduk. Januari 2021 ini kembali dirilis season baru dari Bulu Kuduk dan kini telah memasuki episode 2.
Dalam cerita suara ini, Joko Anwar yang berperan sebagai narator mengatakan “saya besar dengan mendengarkan sandiwara radio, dengan adanya cerita suara bulu kuduk ini betul-betul membuat imajinasi pendengarnya berkibar. Buat anda yang ingin mengembangkan imajinasi mendengarkan cerita yang menarik, jangan lupa dengarkan cerita suara bulu kuduk season 2 di Radio+ aplikasi RCTI+”
Leli Kamal selaku VP Operation Roov mengatakan “ Masih dalam campaign Home Of Horror, kali ini dirilis season baru dari Cerita Suara Bulu Kuduk yang sudah mendapat banyak pendengar. Yang berbeda di season ke 2 ini Bulu Kuduk bekerja sama dengan sutradara terkenal sebagai narator yaitu Joko Anwar. Penasaran seperti apa Joko Anwar menghidupkan cerita suara Bulu Kuduk ini ? langsung saja cek di Radio+ Aplikasi RCTI+ “
Pada season 2 ini kisah Bulu Kuduk semakin menegangkan dikarenakan semakin banyak kejadian-kejadian aneh yang terjadi pada Kintan dan juga teman-temanya. Setahun sudah berlalu, Kintan dan Sarah tidak disarankan untuk menggunakan kekuatannya oleh ibu Sintia, dikhawatirkan kekuatan Kintan dan Sarah yang belum sempurna justru membahayakan nyawa mereka. Sampai akhirnya mereka harus berpisah untuk sementara waktu.
Akhirnya kekacauan dunia memuncak, kejadian tak lazim pun banyak terjadi. Terdengar desas-desus bahwa ada jenazah yang hilang dari kamar mayat, dan bukan hanya 1 mayat melainkan 5 mayat setelah beberapa hari berlangsung. Setelah jenazah yang menghilang, ada lagi keanehan baru dimana seorang bayi baru lahir tapi tidak menangis.
Lihat Juga :