Virus Baru atau Lama Covid-19, Vaksin Tetap Berpengaruh pada Imunitas

Sabtu, 06 Februari 2021 - 01:28 WIB
loading...
Virus Baru atau Lama...
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat menghimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap varian baru COVID-19 yang diberi nama B117. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat telah mengeluarkan himbauan kepada seluruh masyarakat untuk lebih waspada terhadap varian baru COVID-19 yang diberi nama B117.

Varian ini muncul pertama kali di Inggris, kemudian menyebar ke sejumlah negara lain, termasuk negara-negara tetangga Indonesia, seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Thailand.

Baca juga: Peran Kelompok Masyarakat Penting dalam Penanggulangan Covid-19

Walau belum ada hasil penelitian yang lebih pasti, para ahli mengungkapkan kemungkinan mutasi ini menjadi penyebab virus lebih mudah tersebar.

Pakar epidemiologi dan juga Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Dr. dr. Hariadi Wibisono, MPH, mengatakan, terkait mutasi virus, para virologi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, setiap hari memantau mutasi suatu virus.

Setiap ada virus baru, salah satunya COVID-19, pasti menjadi kajian yang masif diantara para virologi. “Sampai saat ini, data per 28 januari 2021, para virologi dari berbagai laboratorium yang ada di Indonesia belum melaporkan adanya mutasi virus yang baru. Varian virus COVID-19 yang ditemukan di Indonesia masih tipe D614G dan tipe wuhan,” kata Dr. Hariadi.

Lebih lanjut Dr. Hariadi juga menegaskan bahwa mutasi virus COVID-19 yang terjadi saat ini, tidak ada hubungannya dengan vaksinasi. Terlebih di Indonesia menggunakan jenis vaksin yang berasal dari virus yang dimatikan, jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan hal tersebut.

“Artinya, jenis vaksin yang saat ini dipergunakan maupun yang nanti dipergunakan kepada masyarakat luas, tetap akan memberikan manfaat imunitas bagi tubuh, terlepas virusnya lama atau baru,” ujar Dr. Hariadi.

Baca juga: 14 Tahun Menjanda, Ikke Nurjanah Resmi Menikah dengan Karlie Fu

Vaksinasi di Indonesia akan mencapai dampak optimal pada saat cakupannya 70% dari jumlah populasi di Indonesia. Menurut pemerintah, hal itu membutuhkan waktu kira-kira 15 bulan. Sebelum hal itu terjadi, masyarakat belum bisa mendapatkan manfaat langsung dari vaksinasi.

Penting untuk dipahami bahwa vaksin tidak akan menggantikan protokol kesehatan. Vaksinasi akan berjalan bersama-sama dengan protokol kesehatan. Meskipun nanti sudah divaksinasi, tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Dan protokol kesehatan itu hanya bisa sukses kalau seluruh anggota masyarakat sadar dan berpartisipasi aktif,” ujar Dr. Hariadi.

Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung selama hampir setahun di Indonesia telah mengakibatkan masyarakat jenuh, capek, dan bosan tinggal di rumah, sehingga banyak yang saat ini merasa terkekang dan tidak lagi mematuhi peraturan protokol kesehatan.

“Masyarakat merasa bahwa mereka harus tinggal di rumah karena dipaksa, sehingga banyak yang merasa terkekang dan akhirnya tidak lagi mematuhi protokol kesehatan,” kata Dr. Hariadi.
Pola pikir seperti itu mesti diubah. Memilih tinggal di rumah bukan karena dipaksa dan bukan hanya untuk kebaikan diri kita. Harus disadari bahwa ketika keluar rumah, kita tidak membahayakan teman yang di kantor, atau teman yang makan dan kumpul bersama kita.

“Tapi justru kita membahayakan nyawa orang yang selama ini paling dekat dengan kita dan paling rawan terpapar COVID-19, misalnya orang tua dan anak kita, ketika kita pulang ke rumah. Oleh sebab itu, tinggal di rumah seharusnya bukan lagi menjadi suatu keterpaksaan tetapi kewajiban,” pungkas Dr. Hariadi.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Menyebar ke 23 Negara, Ini yang Perlu Diketahui
Varian Covid-19 Nimbus...
Varian Covid-19 Nimbus Menyebar di 22 Negara, Ini Gejala dan Risiko yang Harus Diwaspadai
Mengenal Varian Baru...
Mengenal Varian Baru Covid-19 NB.1.8.1 yang Merebak di 22 Negara
Apakah Pembatasan Perjalanan...
Apakah Pembatasan Perjalanan ke Singapura Diberlakukan? Buntut COVID-19 Varian KP Merebak
Kemenkes Pastikan Varian...
Kemenkes Pastikan Varian Covid-19 KP yang Menyerang Singapura Belum Ditemukan di Indonesia
Mengenal Varian EG.5...
Mengenal Varian EG.5 yang Bikin Kasus Covid-19 di Singapura dan Amerika Ngegas
Kemenkes Deteksi Ada...
Kemenkes Deteksi Ada 72 Kasus Covid-19 Varian Baru di Indonesia
WHO: NB.1.8.1 Varian...
WHO: NB.1.8.1 Varian Baru Covid-19, Menyebar ke 22 Negara Termasuk Asia Tenggara
Varian Baru Covid-19...
Varian Baru Covid-19 Terdeteksi Sudah Berada di AS
Rekomendasi
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Berita Terkini
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Desainer Indonesia Ditantang...
Desainer Indonesia Ditantang Jadi Agen Perubahan, Tak Lagi Sekadar Estetika
Infografis
Covid-19 Varian Baru...
Covid-19 Varian Baru Eris Bikin Kasus Melonjak di Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved