Berkali-kali Kunjungi Danau Toba, Begini Alasan Menparekraf Sandiaga Uno

Selasa, 09 Februari 2021 - 16:46 WIB
loading...
Berkali-kali Kunjungi...
Menparekraf Sandiaga Uno punya alasan tersendiri saat dirinya beberapa kali mengunjungi Danau Toba, Sumatera Utara. Foto/Instagram.
A A A
BOGOR - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno beberapa kali mengunjungi Danau Toba, Sumatera Utara. Bukan tanpa alasan ia ke daerah dengan alam yang indah itu. Sandiaga mengatakan ada beberapa alasan yang membuatnya datang ke Danau Toba.

Selain karena pekerjaannya sebagai Menparekraf yang diharuskan mengembangkan 5 destinasi prioritas di Indonesia, juga karena banyak hal menarik dirasakan.

Baca juga: Gelar Rapim, Menparekraf Beberkan Poin Utama Meningkatkan Wisata di Belitung

"Saya sudah empat kali ke Danau Toba, alasan saya ke Danau Toba berkali-kali, karena Danau Toba itu punya storynomic, cerita yang luar biasa banget tentang letusan terbesar gunung api ratusan ribu tahun yang lalu. Dan disitu mengandung sejuta cerita," ungkap Sandiaga Uno dalam acara Live NGANTRI (Ngobrol Bareng Mas Menteri) Edisi #BeliKreatifDanauToba di akun Instagram @pesonaid_travel pada Minggu (7/2/2021).

Kemudian, lanjut dia, Danau Toba itu memiliki banyak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang industri kreatif, namun belum ada produk yang bisa dijadikan synonimous (identik) seperti Bali.

"Alasan selanjutnya adalah ekonomi kreatifnya, karena aku tuh tertantang untuk memunculkan Synonimous Danau Toba. Misalnya kalau kita berkunjung ke Bali kita sudah tahu kalau datang disambut tari-tarian
Di danau Toba kita sekarang mau kembangin kain ulos-nya. Juga dengan makanannya kira-kira apa yang mau dipromosikan," katanya.

Maka dari itu, khusus Danau Toba ini, pihaknya akan mengembangkan makanan ombus-ombus yang bisa dinikmati atau disajikan saat wisatawan berkunjung ke Danau Toba

"Jadi saat mendarat disuguhkan ombus-ombus. Saya tuh tertantang untuk membuat sesuatu yang hits banget. Seperti rendang, synonimous dengan Sumatera Barat, Asinan Betawi identik dengan Jakarta, setelah dicari danau Toba terkenal dengan ombus-ombus," ungkapnya.

Kalau dari keseniannya di Danau Toba itu, sudah terkenal dan identik dengan tari-tarian tor-tornya, di Bali identik dengan kesenian musik gamelannya.

"Kalau tari-tariannya kan pasti tor-tor. Musicnya kalau di Bali kan Gamelan, kalau di Toba itu musik Gondang-gondang," jelasnya.

Selain itu, Sandi juga menghendaki pengembangan sport tourism (wisata olahraga. Sebab itu, kata dia, Kemenparekraf mulai melakukan pengembangan olahraga wisata.

Baca juga: Rahasia! Ini Link Flash Sale Hotel Tiap Pekan dari Mister Aladin

"Sport Tourism di Danau Toba yang sedang dikembangkan dan sudah ikutan itu adalah Toba ultramarathon kemarin sudah berpartisipasi. Mestinya ada juga open water swimming di lake nya, sepedanya, kemudian paralayang. Itulah kenapa saya pengen balik ke Toba," katanya.

Alasan selanjutnya adalah faktor pekerjaan. Sebab di Kemenparekraf ini ada program pengembangan 5 destinasi prioritas.

"Alasan ini untuk mengembangkan 5 destinasi prioritas di Indonesia, salah satunya Danau Toba. Jadi harus kembali kesana. Selain itu, disana pemandangannya indah, masyarakat hatinya juga penuh berkah, selain ombus-ombus kulinernya yang kita angkat, banyak produk kuliner yang akan diangkat," ungkapnya.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Konflik Timur Tengah...
Konflik Timur Tengah Ancam Pariwisata RI, Kemenpar Buka Pasar Baru di Asia dan Oceania
ANTX 2026 Perkuat Kolaborasi...
ANTX 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Pariwisata Nusantara
Masa Depan Pariwisata...
Masa Depan Pariwisata Asia Pacific Ditentukan Kemampuan Membaca Perubahan Wisatawan
Target 17 Juta Wisman...
Target 17 Juta Wisman di Tengah Krisis Global, Menpar: Pariwisata Harus Adaptif!
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
Meruorah Labuan Bajo...
Meruorah Labuan Bajo Siap Naik Kelas Lewat Sinergi Baru
Rekomendasi
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Berita Terkini
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Kunci Tidur Nyenyak...
Kunci Tidur Nyenyak Bukan Cuma Durasi, Tapi Juga Soal Tempat Tidur yang Pas!
Konser I Love RCTI Cimahi...
Konser I Love RCTI Cimahi Siap Guncang Panggung dengan Armada, Trio Macan hingga Shabrina Leanor!
Misi Evelyne Bongkar...
Misi Evelyne Bongkar Kebenaran Dimulai dalam Undercover Ex Girlfriend di V+Short, Simak Sinopsisnya!
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved