Pulihkan Pariwisata, Menparekraf Sebut Perlu Ada Inovasi dan Kolaborasi
Selasa, 09 Februari 2021 - 19:13 WIB
loading...
A
A
A
"Genose ini adalah hasil kerja keras, tidak instan jadi. Upaya melahirkan Genose ini sebenarnya sudah sejak lebih dari 10 tahun yang lalu ketika fakultas MIPA UGM ingin melahirkan Pendeteksi Penyakit dengan menggunakan embusan napas," ujar Menristek Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro.
Bambang mengklaim, alat ini tak hanya memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Genose C19 juga dinilai, sangat cepat dalam mendeteksi adanya covid-19, yakni sekitar tiga menit setelah sampel embusan nafas didapatkan.
Baca juga: Berkali-kali Kunjungi Danau Toba, Begini Alasan Menparekraf Sandiaga Uno
"Ini akan menjadi game changer (pengubah permainan) dalam rangka kita ingin membangkitkan kembali sektor pariwisata, karena saya percaya bahwa sektor ekonomi yang multiplayer efeknya itu paling besar adalah pariwisata," terangnyam
"Karena banyak sekali sektor yang kemudian mendapatkan manfaat dari adanya kegiatan pariwisata, baik dalam negeri maupun pariwisata yang dari luar negeri," pungkasnya.
Bambang mengklaim, alat ini tak hanya memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Genose C19 juga dinilai, sangat cepat dalam mendeteksi adanya covid-19, yakni sekitar tiga menit setelah sampel embusan nafas didapatkan.
Baca juga: Berkali-kali Kunjungi Danau Toba, Begini Alasan Menparekraf Sandiaga Uno
"Ini akan menjadi game changer (pengubah permainan) dalam rangka kita ingin membangkitkan kembali sektor pariwisata, karena saya percaya bahwa sektor ekonomi yang multiplayer efeknya itu paling besar adalah pariwisata," terangnyam
"Karena banyak sekali sektor yang kemudian mendapatkan manfaat dari adanya kegiatan pariwisata, baik dalam negeri maupun pariwisata yang dari luar negeri," pungkasnya.
(tdy)
Lihat Juga :