Ini Pentingnya USG bagi Ibu Hamil dan Janin
Selasa, 16 Februari 2021 - 00:31 WIB
loading...
A
A
A
Pemeriksaan USG tidak perlu terlalu sering dilakukan. Pemeriksaan ini umumnya hanya perlu dilakukan sebanyak 3 kali selama kehamilan, yaitu pada tiap trimester. Berikut ini fungsi USG per trimester kehamilan.
Trimester I
• Mengonfirmasi letak kantong kehamilan (di dalam/di luar rahim).
• Mengonfirmasi adanya aktivitas jantung janin.
• Menentukan usia kehamilan dan hari perkiraan lahir (HPL).
• Menentukan jumlah janin.
• Identifikasi dini kemungkinan kelainan janin (janin tanpa tabung kepala, kemungkinan down sindrom.
• Mengevaluasi adanya penyebab perdarahan vagina.
Trimester II
• Skrining kelainan janin.
• Evaluasi anatomi janin.
• Evaluasi penyebab perdarahan vagina.
• Evaluasi kesejahteraan janin.
• Evaluasi letak plasenta (ari-ari)
• Evaluasi air ketuban.
• Evaluasi pertumbuhan janin.
Baca Juga: Kurangi Risiko Penularan COVID-19 dengan Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut
Trimester III
• Perkiraan pertumbuhan dan kesejahteraan janin.
• Evaluasi letak plasenta (menutup jalan lahir/tidak).
• Evaluasi air ketuban.
• Evaluasi ketebalan segmen bawah rahim (bagi yang ingin mencoba lahir normal dengan riwayat SC pada kehamilan sebelumnya.
• Evaluasi penyebab perdarahan vagina/nyeri perut.
Trimester I
• Mengonfirmasi letak kantong kehamilan (di dalam/di luar rahim).
• Mengonfirmasi adanya aktivitas jantung janin.
• Menentukan usia kehamilan dan hari perkiraan lahir (HPL).
• Menentukan jumlah janin.
• Identifikasi dini kemungkinan kelainan janin (janin tanpa tabung kepala, kemungkinan down sindrom.
• Mengevaluasi adanya penyebab perdarahan vagina.
Trimester II
• Skrining kelainan janin.
• Evaluasi anatomi janin.
• Evaluasi penyebab perdarahan vagina.
• Evaluasi kesejahteraan janin.
• Evaluasi letak plasenta (ari-ari)
• Evaluasi air ketuban.
• Evaluasi pertumbuhan janin.
Baca Juga: Kurangi Risiko Penularan COVID-19 dengan Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut
Trimester III
• Perkiraan pertumbuhan dan kesejahteraan janin.
• Evaluasi letak plasenta (menutup jalan lahir/tidak).
• Evaluasi air ketuban.
• Evaluasi ketebalan segmen bawah rahim (bagi yang ingin mencoba lahir normal dengan riwayat SC pada kehamilan sebelumnya.
• Evaluasi penyebab perdarahan vagina/nyeri perut.
(tsa)
Lihat Juga :