Penyitas Kanker Prostat Sering Tak Menyadari Gejala di Stadium Awal
Jum'at, 19 Februari 2021 - 15:32 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Spesialis konsultan uro-onkologi Siloam Hospitals ASRI dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, Sp.U (K), PhD. menjelaskan, terdapat beberapa keuntungan menggunakan teknologi robotik untuk menangani penyelidikan. Pertama, gerakan pemindaian dapat membuat irisan gambar 2D yang terdistribusi secara merata untuk rekonstruksi 3D.
Baca Juga : Opsi Pengobatan Makin Banyak, Penyakit Kanker Bukan Akhir Segalanya
Kedua, panduan jarum dapat secara otomatis disejajarkan pada target dan dikunci untuk biopsi. “Yang terakhir, deformasi prostat karena interaksi dengan probe dapat diminimalkan karena gerakan yang sama dapat digunakan untuk memindai dan menyelaraskan probe untuk biopsi,” terang dr. Agus Rizal. Biopsi prostat dengan teknologi robotik dan lokalisasi jarum merupakan perkembangan teknologi yang berpotensi positif memengaruhi diagnosis dan tata laksana kanker prostat.
Kemajuan signifikan memungkinkan lokalisasi target yang lebih tepat dan akurat namun perlu adanya pengembangan teknologi agar alat ini tersedia untuk penggunaan klinis sehari-hari. Dokter yang mengambil gelar PhD. di Radboud University Nijmegen Medical Center, Belanda ini juga menjelaskan bahwa biopsi prostat dengan teknologi robotik memiliki durasi tindakan lebih singkat dibandingkan biopsi non-robotik, “Hal ini tentunya menguntungkan bagi pasien dan tenaga medis yang berada di ruang tindakan, terutama selama pandemi COVID-19. Teknologi tersebut dapat mempersingkat waktu operasi sehingga kontak antara pasien dengan tenaga medis di ruang tindakan pun menjadi minim,” tutupnya. Sri noviarni
Baca Juga : Opsi Pengobatan Makin Banyak, Penyakit Kanker Bukan Akhir Segalanya
Kedua, panduan jarum dapat secara otomatis disejajarkan pada target dan dikunci untuk biopsi. “Yang terakhir, deformasi prostat karena interaksi dengan probe dapat diminimalkan karena gerakan yang sama dapat digunakan untuk memindai dan menyelaraskan probe untuk biopsi,” terang dr. Agus Rizal. Biopsi prostat dengan teknologi robotik dan lokalisasi jarum merupakan perkembangan teknologi yang berpotensi positif memengaruhi diagnosis dan tata laksana kanker prostat.
Kemajuan signifikan memungkinkan lokalisasi target yang lebih tepat dan akurat namun perlu adanya pengembangan teknologi agar alat ini tersedia untuk penggunaan klinis sehari-hari. Dokter yang mengambil gelar PhD. di Radboud University Nijmegen Medical Center, Belanda ini juga menjelaskan bahwa biopsi prostat dengan teknologi robotik memiliki durasi tindakan lebih singkat dibandingkan biopsi non-robotik, “Hal ini tentunya menguntungkan bagi pasien dan tenaga medis yang berada di ruang tindakan, terutama selama pandemi COVID-19. Teknologi tersebut dapat mempersingkat waktu operasi sehingga kontak antara pasien dengan tenaga medis di ruang tindakan pun menjadi minim,” tutupnya. Sri noviarni
(wur)
Lihat Juga :