Kampanye Beli Kreatif Danau Toba Fair 2021 Promosikan Artisan Unggulan
Sabtu, 20 Februari 2021 - 09:50 WIB
loading...
Kemenparekraf/Baparekraf mendorong artisan unggulan untuk mempromosikan karyanya melalui Kampanye Beli Kreatif Danau Toba Fair 2021. Foto/MNC Media.
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendorong artisan unggulan untuk mempromosikan karyanya melalui Kampanye Beli Kreatif Danau Toba Fair 2021.
“Kampanye ini diinisiasi dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia tahun lalu dan kita teruskan di tahun ini. Untuk itu, Kemenparekraf mendukung gerakan tersebut dalam program Beli Kreatif Danau Toba,” ujar Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, saat mengunjungi Beli Kreatif Danau Toba Fair 2021, di Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Jumat (19/2/2021).
Baca juga: Wamenparekraf Dukung Penggunaan GeNose untuk Pulihkan Pariwisata
Hal ini dilakukan untuk membangun dan meningkatkan minat masyarakat agar lebih mencintai, membeli, dan menggunakan produk-produk lokal yang dihasilkan oleh pelaku UMKM Indonesia atau yang disebut artisanal. Karena pelaku UMKM memiliki peran yang besar dalam menggerakkan perekonomian Indonesia. Secara statistik pelaku UMKM memberikan kontribusi kepada PDB sebesar 60 persen dan menyerap 90 persen tenaga kerja.
“Maka dari itu, mari kita cintai produk lokal Indonesia,” ujarnya.
“Kampanye ini diinisiasi dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia tahun lalu dan kita teruskan di tahun ini. Untuk itu, Kemenparekraf mendukung gerakan tersebut dalam program Beli Kreatif Danau Toba,” ujar Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, saat mengunjungi Beli Kreatif Danau Toba Fair 2021, di Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Jumat (19/2/2021).
Baca juga: Wamenparekraf Dukung Penggunaan GeNose untuk Pulihkan Pariwisata
Hal ini dilakukan untuk membangun dan meningkatkan minat masyarakat agar lebih mencintai, membeli, dan menggunakan produk-produk lokal yang dihasilkan oleh pelaku UMKM Indonesia atau yang disebut artisanal. Karena pelaku UMKM memiliki peran yang besar dalam menggerakkan perekonomian Indonesia. Secara statistik pelaku UMKM memberikan kontribusi kepada PDB sebesar 60 persen dan menyerap 90 persen tenaga kerja.
“Maka dari itu, mari kita cintai produk lokal Indonesia,” ujarnya.
Lihat Juga :