Irene Red Velvet dan Idol K-Pop Disebut Gagal dalam Film Layar Lebar
Selasa, 23 Februari 2021 - 12:06 WIB
loading...
A
A
A
Sementara Kim Jae-kyung dari girl group Rainbow dan Kim Dong-jun dari boy group ZE:A juga bermain dalam melodrama "A Way Station" yang dirilis pada 18 Februari. Filmnya berkisah tentang hubungan seorang laki-laki yang kehilangan ingatan dengan kekasihnya. Hingga Senin (22/2), film ini ditonton tak lebih dari 1.000 orang.
![Irene Red Velvet dan Idol K-Pop Disebut Gagal dalam Film Layar Lebar]()
Foto: Dok. Korea Times
Korea Times menyebut, kegagalan para idol K-pop dalam film layar lebar bukan cuma urusan kemampuan akting yang tidak memadai, tapi juga perubahan industri hiburan. Sekarang, para penonton banyak menyaksikan serial drama lewat layanan streaming, yang membuat mereka bisa mengulang adegan atau memperhatikan detail akting para pemain.
Jika respons penonton buruk, maka produser serial tersebut biasanya akan dengan mudah memperbaiki kualitas cerita atau akting para pemainnya. Ini memungkinkan karena proses syuting biasanya masih berjalan saat serial sudah ditayangkan di televisi.
Konsep ini berbeda dengan syuting film yang biasanya dinilai setelah film sudah selesai dibuat. Kalau akting mereka buruk, maka itulah yang akan diingat para penonton selamanya. Kecuali sang bintang mendapat kesempatan kedua dalam film berikutnya, dan mampu memperbaiki kualitas aktingnya dalam film tersebut.
Baca Juga: 5 Kutipan Nasihat Hidup dari Para Personel SHINEE
"Kebanyakan idol memulai berakting dalam film berbujet rendah dan film independen karena mereka mau membangun portofolio dulu sebagai pemain film sekaligus membangun citra. Langkah ini bagus selama mereka punya kemampuan akting yang bagus," ujar seorang perwakilan dari rumah produksi yang tidak mau disebut namanya.

Foto: Dok. Korea Times
Korea Times menyebut, kegagalan para idol K-pop dalam film layar lebar bukan cuma urusan kemampuan akting yang tidak memadai, tapi juga perubahan industri hiburan. Sekarang, para penonton banyak menyaksikan serial drama lewat layanan streaming, yang membuat mereka bisa mengulang adegan atau memperhatikan detail akting para pemain.
Jika respons penonton buruk, maka produser serial tersebut biasanya akan dengan mudah memperbaiki kualitas cerita atau akting para pemainnya. Ini memungkinkan karena proses syuting biasanya masih berjalan saat serial sudah ditayangkan di televisi.
Konsep ini berbeda dengan syuting film yang biasanya dinilai setelah film sudah selesai dibuat. Kalau akting mereka buruk, maka itulah yang akan diingat para penonton selamanya. Kecuali sang bintang mendapat kesempatan kedua dalam film berikutnya, dan mampu memperbaiki kualitas aktingnya dalam film tersebut.
Baca Juga: 5 Kutipan Nasihat Hidup dari Para Personel SHINEE
"Kebanyakan idol memulai berakting dalam film berbujet rendah dan film independen karena mereka mau membangun portofolio dulu sebagai pemain film sekaligus membangun citra. Langkah ini bagus selama mereka punya kemampuan akting yang bagus," ujar seorang perwakilan dari rumah produksi yang tidak mau disebut namanya.
(ita)
Lihat Juga :