Dukung Kampanye Pengelolaan Sampah yang Bertanggung Jawab, Super Indo Perkenalkan Kantong Segar 365
Kamis, 25 Februari 2021 - 03:27 WIB
loading...
A
A
A
"Sampah ini juga memberi kita kesempatan untuk mencari solusi dengan melibatkan masyarakat, dengan menciptakan inovasi terbaru dalam menangani sampah, dan yang tidak kalah pentingnya, melibatkan perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat,” katanya.
Sementara itu Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, kampanye #SelangkahLebihHijau yang digagas Super Indo merupakan inisiatif yang sangat baik. "Dengan begitu konsumen diminta untuk berpikir kritis serta terlibat secara langsung dalam rantai pengurangan sampah guna memberikan dampak yang baik untuk lingkungan. Di samping itu konsumen juga harus punya kepedulian dan kesadaran untuk turut mengurangi sampah plastik," bebernya.
"Plastik sekali pakai sering kita timbulkan dalam keseharian, dan dampak sampahnya terhadap lingkungan sangat mengkhawatirkan. Konsumen perlu diberi pilihan-pilihan yang bisa digunakan ulang. Super Indo saya rasa sudah mengambil peran penting untuk bertindak lebih dari yang diwajibkan aturan, memberi pilihan tas buah dan sayur yang bisa digunakan ulang dan menggantikan roll plastic. Secara langsung ini juga mengedukasi para pelanggannya untuk sadar dan beraksi,” timpal Tiza Mafira, Executive Director Gerakan Indonesai Diet Kantong Plastik (GIDKP).
Sejak 2016, Super Indo menjalankan program pengelolaan sampah dengan konsep ramah lingkungan. Super Indo memprioritaskan dua masalah utama sampah yaitu sampah organik dan sampah plastik. Untuk jenis sampah organik, yang secara volume jauh lebih tinggi, Super Indo membuat dua skala prioritas penanganan. Pertama adalah mengolah sampah organik menjadi produk bernilai dan kedua memanfaatkan sampah organik untuk kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dalam menjalankan prioritas tersebut, Super Indo mengelola tiga jenis sampah organik yang paling banyak dihasilkan dalam kegiatan operasional, yaitu sampah buah, sayur, daging, ikan, minyak goreng bekas, dan produk makanan minuman yang masih baik namun tidak dapat dijual. Dalam menjalankan program ini, Super Indo dibantu oleh beberapa mitra pengelola sampah yang menangani masing-masing jenis sampah.
Sementara itu Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, kampanye #SelangkahLebihHijau yang digagas Super Indo merupakan inisiatif yang sangat baik. "Dengan begitu konsumen diminta untuk berpikir kritis serta terlibat secara langsung dalam rantai pengurangan sampah guna memberikan dampak yang baik untuk lingkungan. Di samping itu konsumen juga harus punya kepedulian dan kesadaran untuk turut mengurangi sampah plastik," bebernya.
"Plastik sekali pakai sering kita timbulkan dalam keseharian, dan dampak sampahnya terhadap lingkungan sangat mengkhawatirkan. Konsumen perlu diberi pilihan-pilihan yang bisa digunakan ulang. Super Indo saya rasa sudah mengambil peran penting untuk bertindak lebih dari yang diwajibkan aturan, memberi pilihan tas buah dan sayur yang bisa digunakan ulang dan menggantikan roll plastic. Secara langsung ini juga mengedukasi para pelanggannya untuk sadar dan beraksi,” timpal Tiza Mafira, Executive Director Gerakan Indonesai Diet Kantong Plastik (GIDKP).
Sejak 2016, Super Indo menjalankan program pengelolaan sampah dengan konsep ramah lingkungan. Super Indo memprioritaskan dua masalah utama sampah yaitu sampah organik dan sampah plastik. Untuk jenis sampah organik, yang secara volume jauh lebih tinggi, Super Indo membuat dua skala prioritas penanganan. Pertama adalah mengolah sampah organik menjadi produk bernilai dan kedua memanfaatkan sampah organik untuk kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dalam menjalankan prioritas tersebut, Super Indo mengelola tiga jenis sampah organik yang paling banyak dihasilkan dalam kegiatan operasional, yaitu sampah buah, sayur, daging, ikan, minyak goreng bekas, dan produk makanan minuman yang masih baik namun tidak dapat dijual. Dalam menjalankan program ini, Super Indo dibantu oleh beberapa mitra pengelola sampah yang menangani masing-masing jenis sampah.
Lihat Juga :