Anak Diajarkan Bijak Mengelola Sampah Plastik Sejak Dini Lewat Kegiatan Interaktif
Selasa, 09 Juni 2026 - 14:17 WIB
loading...
Edukasi pengelolaan sampah plastik sejak usia dini dinilai penting untuk membangun kebiasaan peduli lingkungan di kalangan anak-anak. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Edukasi pengelolaan sampah plastik sejak usia dini dinilai penting untuk membangun kebiasaan peduli lingkungan di kalangan anak-anak. Upaya ini menjadi semakin relevan di tengah tingginya volume sampah di Jakarta yang masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan masyarakat.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, volume sampah di Ibu Kota mencapai 8.000 ton per hari pada triwulan I 2026. Untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat, Pemprov DKI Jakarta telah menerbitkan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
Kebijakan tersebut menekankan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah. Kesadaran ini juga dinilai perlu ditanamkan kepada anak-anak agar perilaku memilah dan mengolah sampah dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Berangkat dari kondisi tersebut, sesi edukatif bertajuk “Membangun Generasi #BijakPlastikSejakDini: Langkah Kecil untuk Masa Depan Jakarta yang Lebih Berkelanjutan” digelar dalam rangkaian Jakarta Future Festival 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 100 peserta yang terdiri atas siswa, guru, dan pengunjung.
Program tersebut menghadirkan pendekatan edukasi yang lebih dekat dengan anak-anak melalui karakter animasi Nussa dan Rarra. Para peserta diajak memahami pentingnya memilah sampah melalui talkshow edukatif, simulasi pilah sampah, hingga aktivitas Do It Yourself atau DIY dengan memanfaatkan sampah plastik menjadi barang baru yang berguna.
Country Head of Corporate & Government Affairs Mondelez Indonesia, Marfusita Hamburgiwati, mengatakan edukasi lingkungan perlu dibangun sejak usia dini agar menjadi kebiasaan yang terbawa hingga dewasa.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, volume sampah di Ibu Kota mencapai 8.000 ton per hari pada triwulan I 2026. Untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat, Pemprov DKI Jakarta telah menerbitkan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
Kebijakan tersebut menekankan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah. Kesadaran ini juga dinilai perlu ditanamkan kepada anak-anak agar perilaku memilah dan mengolah sampah dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Berangkat dari kondisi tersebut, sesi edukatif bertajuk “Membangun Generasi #BijakPlastikSejakDini: Langkah Kecil untuk Masa Depan Jakarta yang Lebih Berkelanjutan” digelar dalam rangkaian Jakarta Future Festival 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 100 peserta yang terdiri atas siswa, guru, dan pengunjung.
Program tersebut menghadirkan pendekatan edukasi yang lebih dekat dengan anak-anak melalui karakter animasi Nussa dan Rarra. Para peserta diajak memahami pentingnya memilah sampah melalui talkshow edukatif, simulasi pilah sampah, hingga aktivitas Do It Yourself atau DIY dengan memanfaatkan sampah plastik menjadi barang baru yang berguna.
Country Head of Corporate & Government Affairs Mondelez Indonesia, Marfusita Hamburgiwati, mengatakan edukasi lingkungan perlu dibangun sejak usia dini agar menjadi kebiasaan yang terbawa hingga dewasa.
Lihat Juga :