Novel Paradigma: Mengulas Stigma Kesehatan Mental sampai Isu Sosial
Senin, 01 Maret 2021 - 22:00 WIB
loading...
Novel Paradigma membahas tentang masalah kesehatan mental yang dialami dua karakter utamanya. Foto/Gradien Mediatama
A
A
A
JAKARTA - Novel "Paradigma" merupakan novel keempat karya Syahid Muhammad yang banyak menyoroti isu seputar kesehatan mental.
Selama ini yang selalu menjadi perhatian kita ialah sakit yang menyerang fisik saja. Padahal di dalam diri manusia ada sakit yang mungkin tidak begitu disadari.Sakit itu menyerang mental atau biasanya disebutmental illness.
"Paradigma" (2018) menceritakan hal ini lewat tokoh Anya dan Rana yang punya masalah gangguan kesehatan mental . Anya adalah pengidap anxiety disorder atau gangguan kecemasan. Rana merupakan seseorang yang menderita dissociative identity disorder atau kepribadian ganda.
Gangguan kecemasan yang diderita Anya diakibatkan oleh rasa kesepian yang dirasakan Anya setelah ditinggal pergi untuk selamanya oleh kedua orang tuanya. Sedangkan gangguan mental yang diderita Rana terjadi semenjak kematian ibunya.
Foto: Gradien Mediatama
Gangguan mental timbul akibat kurangnya kepedulian untuk mengeluarkan emosi di dalam diri. Terkadang, seseorang enggan untuk mengungkapkan emosi yang ada di dalam dirinya dikarenakan pandangan orang lain atau keadaan sekitar.
Selama ini yang selalu menjadi perhatian kita ialah sakit yang menyerang fisik saja. Padahal di dalam diri manusia ada sakit yang mungkin tidak begitu disadari.Sakit itu menyerang mental atau biasanya disebutmental illness.
"Paradigma" (2018) menceritakan hal ini lewat tokoh Anya dan Rana yang punya masalah gangguan kesehatan mental . Anya adalah pengidap anxiety disorder atau gangguan kecemasan. Rana merupakan seseorang yang menderita dissociative identity disorder atau kepribadian ganda.
Gangguan kecemasan yang diderita Anya diakibatkan oleh rasa kesepian yang dirasakan Anya setelah ditinggal pergi untuk selamanya oleh kedua orang tuanya. Sedangkan gangguan mental yang diderita Rana terjadi semenjak kematian ibunya.

Foto: Gradien Mediatama
Gangguan mental timbul akibat kurangnya kepedulian untuk mengeluarkan emosi di dalam diri. Terkadang, seseorang enggan untuk mengungkapkan emosi yang ada di dalam dirinya dikarenakan pandangan orang lain atau keadaan sekitar.
Lihat Juga :