Alasan di Balik Orang Suka Tantangan dan Bahaya, Bisa Terkait Trauma Masa Lalu
Rabu, 03 Maret 2021 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Dalam beberapa kasus, bahkan seseorang bisa saja bertindak dengan dorongan bawah sadar untuk mendekati bahaya (bahkan kematian) untuk mendapatkan manfaat-manfaat psikologis dari bahaya besar tersebut. Sebenarnya, cara kerja yang ekstrem ini serupa dengan pertumbuhan pascatrauma pada umumnya, hanya saja lebih kuat.
Contohnya, seorang pekerja kantoran yang juga merupakan pembalap motor amatir. Setiap tahun, pria ini pergi ke suatu pulau untuk ambil bagian dalam ajang olahraga motor paling berbahaya di dunia. Ketika ditanya alasannya menyukai olahraga berbahaya itu, jawabannya sederhana.
“Karena itu berbahaya! (Olahraga) itu kebalikan dari segalanya tentang pekerjaan kantorku,” katanya. Pria itu juga bilang, dunia tampak seperti tempat yang berbeda setelah ia melewati tantangan yang berbahaya. Ia merasa bisa melakukan banyak hal.
Baca Juga: Mengenal 9 Jenis Olahraga Dirgantara, Mana yang Paling Menantang?
Yang pasti, voluntary post-traumatic growth (pertumbuhan pascatrauma tak disengaja) bukanlah satu-satunya alasan seseorang melakukan olahraga ekstrem. Sebab, pada dasarnya, olahraga ekstrem juga memiliki berbagai manfaat.
Jenis olahraga ini bisa meningkatkan adrenalin dan melepaskan endorfin untuk membuat kita merasa senang. Lagi pula, mengatasi tantangan dalam olahraga itu juga bisa meningkatkan pencapaian kita.
Meskipun pada dasarnya hidup memberikan kita berbagai tantangan yang teratur, tapi kita bisa saja merasa terdorong untuk memberi tantangan khusus pada diri sendiri agar dapat terus berkembang. Terutama jika hidup kita jadi terasa terlalu mudah dan aman.
Sevilla Nouval Evanda
Kontributor GenSINDO
Politeknik Negeri Jakarta
Instagram: @vandailla
Contohnya, seorang pekerja kantoran yang juga merupakan pembalap motor amatir. Setiap tahun, pria ini pergi ke suatu pulau untuk ambil bagian dalam ajang olahraga motor paling berbahaya di dunia. Ketika ditanya alasannya menyukai olahraga berbahaya itu, jawabannya sederhana.
“Karena itu berbahaya! (Olahraga) itu kebalikan dari segalanya tentang pekerjaan kantorku,” katanya. Pria itu juga bilang, dunia tampak seperti tempat yang berbeda setelah ia melewati tantangan yang berbahaya. Ia merasa bisa melakukan banyak hal.
Baca Juga: Mengenal 9 Jenis Olahraga Dirgantara, Mana yang Paling Menantang?
Yang pasti, voluntary post-traumatic growth (pertumbuhan pascatrauma tak disengaja) bukanlah satu-satunya alasan seseorang melakukan olahraga ekstrem. Sebab, pada dasarnya, olahraga ekstrem juga memiliki berbagai manfaat.
Jenis olahraga ini bisa meningkatkan adrenalin dan melepaskan endorfin untuk membuat kita merasa senang. Lagi pula, mengatasi tantangan dalam olahraga itu juga bisa meningkatkan pencapaian kita.
Meskipun pada dasarnya hidup memberikan kita berbagai tantangan yang teratur, tapi kita bisa saja merasa terdorong untuk memberi tantangan khusus pada diri sendiri agar dapat terus berkembang. Terutama jika hidup kita jadi terasa terlalu mudah dan aman.
Sevilla Nouval Evanda
Kontributor GenSINDO
Politeknik Negeri Jakarta
Instagram: @vandailla
(ita)
Lihat Juga :