Hati-Hati! Kerja Keras Bisa Berbahaya bagi Kebahagiaan Hidupmu
Kamis, 04 Maret 2021 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Pada2015, pemuda berusia 24 tahun meninggal karena stres bekerja terlalu lama. Dia hanya tidur 10 Jam per minggu. Pada 2016, ada 2000 kasus bunuh diri karena stres dengan pekerjaan .
Mengutip dari video YouTube Gita Savitri Devi yang berjudul “ Everything Wrong with Hustle Culture ”, hustle culture merupakan buah dari kapitalisme modern.
Orang – orang rela menghabiskan waktunya untuk uang karena pemerintahnya tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya dengan harga yang terjangkau. Akhirnya orang–orang ini terus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sampai menjadi gaya hidup.
![Hati-Hati! Kerja Keras Bisa Berbahaya bagi Kebahagiaan Hidupmu]()
Foto: The Burning Platform
Gaya hidup ini akhirnya membuat orang – orang dengan pola pikir hustle culture berfikir bahwa dengan bekerja keras mereka akan meraih kesuksesan. Padahal faktor kesuksesan bukan hanya tentang kerja keras, tetapi juga tentang keberuntungan serta privilese. Hustle culture juga menyebabkan manusia hanya dinilai dari pekerjaan dan kesuksesan finansial saja.
Hubungan manusia dengan manusia lainnya, manusia dengan alam, seakan bukan hal yang penting lagi. Padahal manusia hidup di bumi tidak bisa tidak berdampingan dengan manusia lainnya dan alam juga tentunya.
Baca Juga: Sekilas tentang 'Online Vigilance', Kebiasaan yang Bisa Bikin Kamu Cepat Panik dan Stres
Gita dalam videonya menambahkan bahwa hustle culturemerupakan permasalahan sistematik. Kita dituntut untuk memiliki rumah, kendaraan pribadi, dan sebagainya yang semakin hari semakin mahal saja harganya. Hal ini menyebabkan banyak dari kita yang belajar untuk uang, bukan untuk mendapatkan ilmu.
![Hati-Hati! Kerja Keras Bisa Berbahaya bagi Kebahagiaan Hidupmu]()
Foto: YouTube Gita Savitri Devi
Mengutip dari video YouTube Gita Savitri Devi yang berjudul “ Everything Wrong with Hustle Culture ”, hustle culture merupakan buah dari kapitalisme modern.
Orang – orang rela menghabiskan waktunya untuk uang karena pemerintahnya tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya dengan harga yang terjangkau. Akhirnya orang–orang ini terus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sampai menjadi gaya hidup.
.jpg)
Foto: The Burning Platform
Gaya hidup ini akhirnya membuat orang – orang dengan pola pikir hustle culture berfikir bahwa dengan bekerja keras mereka akan meraih kesuksesan. Padahal faktor kesuksesan bukan hanya tentang kerja keras, tetapi juga tentang keberuntungan serta privilese. Hustle culture juga menyebabkan manusia hanya dinilai dari pekerjaan dan kesuksesan finansial saja.
Hubungan manusia dengan manusia lainnya, manusia dengan alam, seakan bukan hal yang penting lagi. Padahal manusia hidup di bumi tidak bisa tidak berdampingan dengan manusia lainnya dan alam juga tentunya.
Baca Juga: Sekilas tentang 'Online Vigilance', Kebiasaan yang Bisa Bikin Kamu Cepat Panik dan Stres
Gita dalam videonya menambahkan bahwa hustle culturemerupakan permasalahan sistematik. Kita dituntut untuk memiliki rumah, kendaraan pribadi, dan sebagainya yang semakin hari semakin mahal saja harganya. Hal ini menyebabkan banyak dari kita yang belajar untuk uang, bukan untuk mendapatkan ilmu.
.png)
Foto: YouTube Gita Savitri Devi
Lihat Juga :