Jangan Salah, Ini Beda Baby Blues dan Depresi Pasca Melahirkan
Rabu, 10 Maret 2021 - 23:45 WIB
loading...
A
A
A
Adapun ibu dengan baby blues biasanya mengalami suasana hati berubah cepat dari senang menjadi sedih. Satu menit bangga dengan pekerjaan yang dilakukan sebagai ibu baru. Berikutnya, menangis karena berpikir tidak sanggup melakukan tugas itu.
"Tidak merasa ingin makan atau menjaga diri sendiri karena kelelahan. Merasa kesal, kewalahan, dan cemas," jelas dr. Daniella.
Perasaan ini sering kali dimulai saat bayi baru lahir berusia 2 atau 3 hari, tetapi cenderung merasa lebih baik saat bayi berusia 1 atau 2 minggu. Jika sedih bertahan lebih lama, atau menjadi lebih buruk dan bukannya membaik, Anda mengalami depresi paska melahirkan.
Depresi paska melahirkan lebih parah dan berlangsung lebih lama daripada baby blues, dan sekitar 10% wanita mengalaminya. Anda lebih mungkin terserang depresi paska melahirkan jika pernah mengalami serangan depresi atau jika itu menurun dalam keluarga.
"Kalau lebih dari satu bulan nggak bisa urus rumah, nggak bisa urus anak berarti alami depresi paska melahirkan. Kalau sudah berat dan gejala semakin parah, berarti depresi," ujar dr. Daniella.
"Tidak merasa ingin makan atau menjaga diri sendiri karena kelelahan. Merasa kesal, kewalahan, dan cemas," jelas dr. Daniella.
Perasaan ini sering kali dimulai saat bayi baru lahir berusia 2 atau 3 hari, tetapi cenderung merasa lebih baik saat bayi berusia 1 atau 2 minggu. Jika sedih bertahan lebih lama, atau menjadi lebih buruk dan bukannya membaik, Anda mengalami depresi paska melahirkan.
Depresi paska melahirkan lebih parah dan berlangsung lebih lama daripada baby blues, dan sekitar 10% wanita mengalaminya. Anda lebih mungkin terserang depresi paska melahirkan jika pernah mengalami serangan depresi atau jika itu menurun dalam keluarga.
"Kalau lebih dari satu bulan nggak bisa urus rumah, nggak bisa urus anak berarti alami depresi paska melahirkan. Kalau sudah berat dan gejala semakin parah, berarti depresi," ujar dr. Daniella.
Lihat Juga :