WHO Sebut Vaksin COVID-19 Tanpa Suntikan Tengah Dikembangkan
Jum'at, 19 Maret 2021 - 00:32 WIB
loading...
Para ilmuwan tengah mengembangkan model vaksinasi COVID-19 terbaru tanpa jarum suntik. Foto Ilustrasi/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - WHO mengatakan, para ilmuwan kini tengah mengembangkan model vaksin COVID-19 terbaru tanpa jarum suntik. Bila penelitian berjalan lancar, vaksin ini akan didistribusikan pada awal 2022.
Hasil penelitian saat ini menunjukkan, enam hingga delapan imunisasi telah siap untuk dilakukan peninjauan lebih lanjut pada akhir tahun mendatang. Kendati demikian, beberapa di antaranya masih memerlukan jarum suntik dan harus disimpan pada suhu ruang.
Baca Juga: Penting Jaga Imunitas, Ini Cara Mudah Mendapatkan Tidur yang Berkualitas
Hal tersebut dijelaskan secara gamblang oleh Soumya Swaminathan, Kepala Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). “Vaksin eksperimental yang sedang dalam tahap penelitian ini diproduksi menggunakan teknologi dan sistem pengeriman alternatif, termasuk proses vaksinasinya kelak melalui metode oral, hidung, dan patch khusus yang diletakkan pada kulit. Metode ini lebih cocok untuk beberapa kelompok seperti wanita hamil,” kata Swaminathan, seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (18/3).
Swaminathan menambahkan, vaksin COVID-19 terbaru ini merupakan satu dari 80 kandidat vaksin yang sedang mereka teliti. Beberapa di antaranya masih berada dalam tahap awal penelitian dan memiliki kemungkinan gagal.
Sementara itu, Bloomberg melaporkan, hingga saat ini hanya terdapat 122 dari 195 negara di dunia yang melakukan vaksinasi kepada warganya. Hal tersebut tidak terlepas dari ketersedian vaksin yang semakin berkurang.
“Kami sangat senang dengan vaksin yang sedang dikembangkan ini. Tapi kami harus terus meningkatkan jumlah produksi dan memastikan efektivitasnya. Saya pikir memasuki 2022 nanti, kita semua akan mendapatkan vaksin dengan kualitas yang lebih baik,” kata Swaminathan.
Hasil penelitian saat ini menunjukkan, enam hingga delapan imunisasi telah siap untuk dilakukan peninjauan lebih lanjut pada akhir tahun mendatang. Kendati demikian, beberapa di antaranya masih memerlukan jarum suntik dan harus disimpan pada suhu ruang.
Baca Juga: Penting Jaga Imunitas, Ini Cara Mudah Mendapatkan Tidur yang Berkualitas
Hal tersebut dijelaskan secara gamblang oleh Soumya Swaminathan, Kepala Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). “Vaksin eksperimental yang sedang dalam tahap penelitian ini diproduksi menggunakan teknologi dan sistem pengeriman alternatif, termasuk proses vaksinasinya kelak melalui metode oral, hidung, dan patch khusus yang diletakkan pada kulit. Metode ini lebih cocok untuk beberapa kelompok seperti wanita hamil,” kata Swaminathan, seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (18/3).
Swaminathan menambahkan, vaksin COVID-19 terbaru ini merupakan satu dari 80 kandidat vaksin yang sedang mereka teliti. Beberapa di antaranya masih berada dalam tahap awal penelitian dan memiliki kemungkinan gagal.
Sementara itu, Bloomberg melaporkan, hingga saat ini hanya terdapat 122 dari 195 negara di dunia yang melakukan vaksinasi kepada warganya. Hal tersebut tidak terlepas dari ketersedian vaksin yang semakin berkurang.
“Kami sangat senang dengan vaksin yang sedang dikembangkan ini. Tapi kami harus terus meningkatkan jumlah produksi dan memastikan efektivitasnya. Saya pikir memasuki 2022 nanti, kita semua akan mendapatkan vaksin dengan kualitas yang lebih baik,” kata Swaminathan.
Lihat Juga :