Bagaimana Cara Deteksi Dini Penyakit Gagal Ginjal Kronik?
Sabtu, 20 Maret 2021 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, ada dua penyakit yang menyumbang angka pasien gagal ginjal kronik. Pertama adalah Diabetes Melitus sebesar 30% dan hipertensi sebesar 25%. Sisanya, terbagi melalui penyakit peradangan ginjal, batu ginjal, penyakit autoimun, dan penyakit bawaan sejak lahir dimana ginjalnya terdapat banyak kista.
"Juga penggunaan obat-obatan herbal untuk menurunkan berat badan dan penggunaan obat meningkatkan stamina," lanjutnya.
Jonny menjelaskan hampir seluruh pasien gagal ginjal di Indonesia datang dengan kondisi yang cukup parah. Sehingga pasien-pasien tersebut harus mendapatkan tindakan cuci darah (hemodialisis) atau cuci perut (peritoneal dialisis).
Untuk mengetahui gejala awal terkena penyakit ginjal, menurut Jonny gejalanya adalah badan terasa lemas, tidak nafsu makan, mual karena racun tubuh tinggi. Tahap selanjutnya adalah kurang darah, buang air kecil sedikit, bengkak, sesak napas, kelainan tulang, gatal-gatal, dan tidak sadarkan diri.
Oleh karenanya dibutuhkan pencegahan sedini mungkin agar penyakit ginjal tidak bersifat progresif. Pun kalau sudah ada penyakit bawaan seperti Diabetes Melitus maka orang tersebut harus mengendalikan gula darah dan tekanan darahnya. Oleh karena itu harus perlu bantuan medis untuk mencari tahu penyebab penyakit ginjal agar situasi bisa dikendalikan.
"Sehingga akan mencegah progresifitas kerusakan ginjal. Misal stadiumnya dua dengan kreatinin 1,9 atau 2 itu kalau dia ada kencing manis (diabetes) maka kencing manisnya harus diobati dengan baik, sampai gula darahnya itu kurang dari 200," jelasnya.
Sementara jika penyebabnya adalah karena hipertensi maka harus dikendalikan tensinya dan kalau bisa harus kurang dari 130/90. Pasien juga harus berhenti merokok agar laju progresifitas penyakit ginjal bisa ditekan. Perbanyak makan buah dan sayur-sayuran.
"Juga penggunaan obat-obatan herbal untuk menurunkan berat badan dan penggunaan obat meningkatkan stamina," lanjutnya.
Jonny menjelaskan hampir seluruh pasien gagal ginjal di Indonesia datang dengan kondisi yang cukup parah. Sehingga pasien-pasien tersebut harus mendapatkan tindakan cuci darah (hemodialisis) atau cuci perut (peritoneal dialisis).
Untuk mengetahui gejala awal terkena penyakit ginjal, menurut Jonny gejalanya adalah badan terasa lemas, tidak nafsu makan, mual karena racun tubuh tinggi. Tahap selanjutnya adalah kurang darah, buang air kecil sedikit, bengkak, sesak napas, kelainan tulang, gatal-gatal, dan tidak sadarkan diri.
Oleh karenanya dibutuhkan pencegahan sedini mungkin agar penyakit ginjal tidak bersifat progresif. Pun kalau sudah ada penyakit bawaan seperti Diabetes Melitus maka orang tersebut harus mengendalikan gula darah dan tekanan darahnya. Oleh karena itu harus perlu bantuan medis untuk mencari tahu penyebab penyakit ginjal agar situasi bisa dikendalikan.
"Sehingga akan mencegah progresifitas kerusakan ginjal. Misal stadiumnya dua dengan kreatinin 1,9 atau 2 itu kalau dia ada kencing manis (diabetes) maka kencing manisnya harus diobati dengan baik, sampai gula darahnya itu kurang dari 200," jelasnya.
Sementara jika penyebabnya adalah karena hipertensi maka harus dikendalikan tensinya dan kalau bisa harus kurang dari 130/90. Pasien juga harus berhenti merokok agar laju progresifitas penyakit ginjal bisa ditekan. Perbanyak makan buah dan sayur-sayuran.
Lihat Juga :