Di Tengah Pandemi, Dewi Tenty Sukses Membawa Batik Moncer di New York
Minggu, 21 Maret 2021 - 16:32 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga : Rendy Ikatan Cinta Menikah, #HariPatahHatiPondokPelita Trending di Twitter
Lebih jauh dia juga bercerita tantangan para UMKM dalam melakukan ekspor yaitu kontinuitas pengiriman. Sering terjadi kualitas produk hanya bisa dijaga pada pengiriman pertama saja. Sementara pengiriman berikutnya mulai banyak yang tidak sesuai perjanjian.
Karena itu menurutnya sangat penting peran komunitas sebagai agregator yang tidak hanya sekedar bisnis tapi juga melindungi pengusaha UMKM. "Seringkali UMKM lemah dalam lobi-lobi bisnis. Karena itu harus dirintis diplomasi bisnis. Jujur saja, UMKM Indonesia bisa kok sebagai seller langsung tanpa harus numpang lewat negara ketiga. Walaupun volumenya hanya satu dua kontainer. Kita harus ngobrol dengan negara tujuan ekspor, apa sih masalahnya," lanjutnya.
Di saat pandemi sekarang ini menurutnya peran komunitas sangat penting sekali termasuk bagi UMKM agar bisa bertahan. Komunitas UMKM yang dibangunnya kini sudah semakin terbuka dari sebatas kumpulan para alumni UNPAD dan sekarang merangkul pelaku usaha lainnya. Walaupun banyak komunitas bisnis tapi masih sedikit yang konsisten.
Dalam komunitas seperti ini menurutnya harus mau saling turunkan ego pribadi. Saya selalu sampaikan agar jangan saling banting-bantingan tapi harus berteman. Karena semuanya pasti saling membutuhkan. "Kami bahkan punya tiga WA Group dan semua saling aktif berkolaborasi. Contohnya sekarang jelang puasa mereka sudah saling kombinasikan produk untuk bikin parsel. Produk batik bisa dijual paketan dengan bawang goreng atau madu. Kalau sudah begini saya selalu senyum sendiri, bahagia," tutupnya.
Lebih jauh dia juga bercerita tantangan para UMKM dalam melakukan ekspor yaitu kontinuitas pengiriman. Sering terjadi kualitas produk hanya bisa dijaga pada pengiriman pertama saja. Sementara pengiriman berikutnya mulai banyak yang tidak sesuai perjanjian.
Karena itu menurutnya sangat penting peran komunitas sebagai agregator yang tidak hanya sekedar bisnis tapi juga melindungi pengusaha UMKM. "Seringkali UMKM lemah dalam lobi-lobi bisnis. Karena itu harus dirintis diplomasi bisnis. Jujur saja, UMKM Indonesia bisa kok sebagai seller langsung tanpa harus numpang lewat negara ketiga. Walaupun volumenya hanya satu dua kontainer. Kita harus ngobrol dengan negara tujuan ekspor, apa sih masalahnya," lanjutnya.
Di saat pandemi sekarang ini menurutnya peran komunitas sangat penting sekali termasuk bagi UMKM agar bisa bertahan. Komunitas UMKM yang dibangunnya kini sudah semakin terbuka dari sebatas kumpulan para alumni UNPAD dan sekarang merangkul pelaku usaha lainnya. Walaupun banyak komunitas bisnis tapi masih sedikit yang konsisten.
Dalam komunitas seperti ini menurutnya harus mau saling turunkan ego pribadi. Saya selalu sampaikan agar jangan saling banting-bantingan tapi harus berteman. Karena semuanya pasti saling membutuhkan. "Kami bahkan punya tiga WA Group dan semua saling aktif berkolaborasi. Contohnya sekarang jelang puasa mereka sudah saling kombinasikan produk untuk bikin parsel. Produk batik bisa dijual paketan dengan bawang goreng atau madu. Kalau sudah begini saya selalu senyum sendiri, bahagia," tutupnya.
(wur)
Lihat Juga :