Kita Muda Kreatif Tampilkan Kisah Inspiratif Para Perempuan Penenun

Rabu, 24 Maret 2021 - 18:37 WIB
loading...
Kita Muda Kreatif Tampilkan...
Para perempuan penenun dari Nusa Tenggara Barat dan Sumatera Utara secara rajin dan tekun melestarikan keterampilan dan produksi tenun tradisional. / Foto: ist
A A A
JAKARTA - Program Creative Youth at Indonesian Heritage Sites, sebuah kolaborasi UNESCO Jakarta dan Citi Indonesia di bawah dukungan Citi Foundation sejak 2017, saat ini sedang melanjutkan Fase IV di tahun 2021. Program yang juga dikenal Kita Muda Kreatif ini menargetkan 300 wirausaha muda yang tinggal di sekitar kawasan budaya atau alam ternama pada tahun ini.

Baca juga: Harga Coret! Promo Diskon 70% International Brand Festival di Aplikasi The F Thing

Beberapa wilayah tersebut di antaranya Danau Toba, Borobudur, Prambanan, Klaten, Yogyakarta, Kota Tua Jakarta, Bali, serta Lombok. Dan lebih dari 50% para wirausaha muda ini adalah perempuan .

Program ini memberi dukungan pada wirausaha muda perempuan di kawasan-kawasan tersebut, dengan cara meningkatkan kapasitas mereka dalam mengembangkan industri kreatif dan melestarikan warisan budaya tak benda melalui wilayah bisnis, seperti pariwisata budaya, tekstil tradisional, dan kerajinan tangan. Sekitar 22% dari total seluruh penerima manfaat program ini adalah para penenun perempuan dari Nusa Tenggara Barat dan Sumatera Utara, yang secara rajin dan tekun melestarikan keterampilan dan produksi tenun tradisional.

Bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional tahun ini, UNESCO Jakarta dan Citi Indonesia turut merayakan pencapaian para penenun perempuan Indonesia, dengan menggelar kegiatan live streaming berdurasi 90 menit. Mengangkat tema #ChoosetoChallenge, acara ini menampilkan kisah-kisah inspiratif dari para perempuan penenun Indonesia, yang menerima tantangan melestarikan kain tenun tradisional Indonesia di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Pada kesempatan kali ini, seorang perempuan penenun ulos dan pemilik Soit Tenun Ulos dari Tapanuli Utara, Toba, Sartika Martilova Sihombing berbagi pengalamannya. "Sebagai penenun ulos, pandemi Covid-19 merupakan tantangan yang berat. Awal pandemi saya sempat pesimistis bisa bertahan sebagai penenun ulos, karena pesanan tenun ulos turun drastis," ungkapnya dalam siaran pers Citi Foundation, Rabu (24/3).

"Setelah beberapa bulan masa pandemi, saya mulai bangkit dan semangat lagi. Salah satu yang membuat semangat bertenun saya kembali adalah pendampingan program Kita Muda Kreatif dari UNESCO-Citi Indonesia. Ketika mengikuti berbagai pelatihan daring, saya melihat ternyata bukan hanya saya yang terdampak Covid-19, teman-teman para wirausaha muda lain juga ikut terdampak. Dari situ kami saling berbagi informasi dan bertukar pengalaman tentang cara untuk tetap bertahan," tuturnya.

Di lain tempat, Ketua Kelompok Nina Penenun dari Pringgasela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Sri Hartini memaparkan kisahnya. "Kami berharap UNESCO bisa membantu kami meregenerasi penenun yang ada di Desa Pringgasela Selatan. Dengan berbagai pelatihan yang dapat meningkatkan kapasitas anak muda di bidang tenun, kami yakin kami akan bisa mempertahankan budaya menenun di sini," ujarnya.

"Kelompok Nina Penenun berkomitmen untuk melestarikan tenun yang ada di Pringgasela. Tindak nyatanya kami mengajari anak-anak kami di Pringgasela Selatan untuk menenun melalui sekolah tenun. Para ibu-ibu anggota kami sosialisasikan untuk mengajari anak-anaknya menenun. Kami yakin dengan program-program yang kami lakukan kelestarian tenun yang ada di Desa Pringgasela Selatan dapat terjaga," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Irini Dewi Wanti, SS., M.SP memaparkan pentingnya peran penenun atau lebih dikenal dengan nama Partonun di Tapanuli.

"Mereka adalah pekerja seni, menenun bukan hanya masalah ekonomi keluarga tapi juga mewarisi budaya. Partonun bekerja demi kelangsungan warisan mahakarya nenek moyang, menjaga filosofi hidup orang Batak, serta kemahiran tradisional yang tidak semua orang dapat melakukannya. Karenanya Partonum Perempuan adalah penjaga budaya, dalam masa krisis apapun dia akan tetap bertenun, karena sebagai seniman ia akan tenggelam dalam dunianya. Seberapapun hasil yang diterima maka itulah yang mereka jalani, selanjutnya adalah tugas kita membantu menyejahterakan mereka," jelasnya.

Officer-in-Charge UNESCO Jakarta, Hans Thulstrup menambahkan, meskipun Hari Perempuan Internasional dirayakan setiap tahunnya, kerja keras dan pencapaian kaum perempuan tidak selalu mendapatkan perhatian yang layak mereka terima. "Ketidakadilan ini terus berlanjut ke dunia politik, lembaga bisnis dan akademis, serta di bidang seni dan budaya," imbuhnya.

Sedangkan Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Puni A. Anjungsari mengutarakan jika program Kita Muda Kreatif, merupakan sebuah program yang didedikasikan untuk Indonesia dan salah satu keistimewaan program ini adalah mengangkat prinsip keberagaman.

Baca juga: Pengalaman Horor, Ayya Renita Pernah Lihat Kuntilanak atau Genderuwo

"Di antaranya keberagaman peserta, kultur dan budaya, serta upaya pelestarian situs warisan dunia. Keberagaman merupakan kunci kekuatan dari Indonesia yang patut kita banggakan," tukasnya.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ahli Biologi China Gagas...
Ahli Biologi China Gagas Perempuan Haid 4 Kali Setahun, Dokter Ungkap Risikonya
Perempuan Desa Ambil...
Perempuan Desa Ambil Peran, Perkuat Generasi Muda Nusantara
Mengintip Kunci Sukses...
Mengintip Kunci Sukses Anas Fikry dan Risky Adelia Regina Putri: Padukan Kehangatan Keluarga dan Aksi Sosial
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Sentuhan Empati Pemimpin...
Sentuhan Empati Pemimpin Perempuan dalam Transformasi Industri Keuangan
Anggun Melati Ajak Wanita...
Anggun Melati Ajak Wanita Indonesia Kejar Mimpi Tanpa Batas: Achieve Your Dream!
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Raker IKKB Bahas Penguatan...
Raker IKKB Bahas Penguatan Kontribusi Organisasi dan Pelestarian Budaya
Transformasi KAI Hadirkan...
Transformasi KAI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Setara bagi Perempuan, Lansia, dan Disabilitas
Rekomendasi
Kapolri dan Istri Tinjau...
Kapolri dan Istri Tinjau Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara, Dukung Penguatan UMKM
Tafsir Surat Al Kahfi...
Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 1-10 : Siapa yang Rutin Membacanya akan Dilindungi dari Dajjal
Di Seminar JARI, Para...
Di Seminar JARI, Para Pakar Kritisi Konstitusi untuk Kemajuan Bangsa
Berita Terkini
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps.23: Pengorbanan Elio Demi Menyelamatkan Arumi Harus Dibayar Mahal
Elma Agustin Buka Suara...
Elma Agustin Buka Suara Soal Tak Diajak Reuni Princess, Singgung Cara Komunikasi
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 34: Suasana Kampung Sindang Barang Mendadak Tegang
Malam Ini, MNCTV Siap...
Malam Ini, MNCTV Siap Menggoyang Warga Klaten dan Sekitarnya di Road To Kilau Raya
BTS Pecahkan Rekor Spotify,...
BTS Pecahkan Rekor Spotify, Jadi Artis Pertama dengan 6 Video Musik di Top 10 Global
Tissa Biani Rayakan...
Tissa Biani Rayakan Ulang Tahun, Dul Jaelani Beri Ucapan Romantis
Infografis
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved