Peneliti Temukan Hubungan Konsumsi Daging dengan Peningkatan Risiko Demensia
Kamis, 25 Maret 2021 - 04:30 WIB
loading...
Foto Ilustrasi. Foto/iStockphoto/Dubravina
A
A
A
JAKARTA - Sebuah studi terbaru menemukan bahwa makan hanya satu rasher daging asap sehari dapat meningkatkan peluang terkena penyakit sebesar 44%. Studi ini diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition.
Ilmuwan dari Kelompok Epidemiologi Nutrisi Universitas Leeds menggunakan data dari 500.000 orang. Ditemukan bahwa mengonsumsi 25 gram porsi daging olahan sehari, setara dengan satu rasher bacon, dikaitkan dengan peningkatan risiko 44% terkena penyakit.
Baca Juga: Wanita Wajib Konsumsi 5 Makanan Ini agar Tetap Sehat
Namun, pecinta daging tidak perlu khawatir, karena temuan mereka juga menunjukkan bahwa makan beberapa daging merah yang tidak diolah, seperti daging sapi atau daging sapi muda, bisa menjadi pelindung. Pasalnya, orang yang mengonsumsi 50 gram sehari memiliki kemungkinan 19% lebih kecil mengembangkan demensia.
Para peneliti sedang mengeksplorasi hubungan potensial antara konsumsi daging dan perkembangan demensia, suatu kondisi kesehatan yang memengaruhi 5% hingga 8% dari usia 60-an di seluruh dunia.
"Di seluruh dunia, prevalensi demensia meningkat dan pola makan sebagai faktor yang dapat dimodifikasi dapat berperan. Penelitian kami menambah bukti yang menghubungkan konsumsi daging olahan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit tidak menular," kata Peneliti Utama Huifeng Zhang, mahasiswa PhD dari Fakultas Ilmu dan Nutrisi Pangan Universitas Leeds, seperti dikutip dari laman Times Now News.
Tim tersebut mempelajari data yang disediakan oleh UK Biobank, database yang berisi informasi genetik dan kesehatan mendalam dari setengah juta peserta asal Inggris berusia 40-69 tahun, untuk menyelidiki hubungan antara mengonsumsi berbagai jenis daging dan risiko pengembangan demensia. Data ini mencakup seberapa sering peserta mengonsumsi berbagai jenis daging, dengan enam pilihan dari tidak pernah menjadi satu kali atau lebih setiap hari, dikumpulkan pada 2006-2010 oleh UK Biobank.
Ilmuwan dari Kelompok Epidemiologi Nutrisi Universitas Leeds menggunakan data dari 500.000 orang. Ditemukan bahwa mengonsumsi 25 gram porsi daging olahan sehari, setara dengan satu rasher bacon, dikaitkan dengan peningkatan risiko 44% terkena penyakit.
Baca Juga: Wanita Wajib Konsumsi 5 Makanan Ini agar Tetap Sehat
Namun, pecinta daging tidak perlu khawatir, karena temuan mereka juga menunjukkan bahwa makan beberapa daging merah yang tidak diolah, seperti daging sapi atau daging sapi muda, bisa menjadi pelindung. Pasalnya, orang yang mengonsumsi 50 gram sehari memiliki kemungkinan 19% lebih kecil mengembangkan demensia.
Para peneliti sedang mengeksplorasi hubungan potensial antara konsumsi daging dan perkembangan demensia, suatu kondisi kesehatan yang memengaruhi 5% hingga 8% dari usia 60-an di seluruh dunia.
"Di seluruh dunia, prevalensi demensia meningkat dan pola makan sebagai faktor yang dapat dimodifikasi dapat berperan. Penelitian kami menambah bukti yang menghubungkan konsumsi daging olahan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit tidak menular," kata Peneliti Utama Huifeng Zhang, mahasiswa PhD dari Fakultas Ilmu dan Nutrisi Pangan Universitas Leeds, seperti dikutip dari laman Times Now News.
Tim tersebut mempelajari data yang disediakan oleh UK Biobank, database yang berisi informasi genetik dan kesehatan mendalam dari setengah juta peserta asal Inggris berusia 40-69 tahun, untuk menyelidiki hubungan antara mengonsumsi berbagai jenis daging dan risiko pengembangan demensia. Data ini mencakup seberapa sering peserta mengonsumsi berbagai jenis daging, dengan enam pilihan dari tidak pernah menjadi satu kali atau lebih setiap hari, dikumpulkan pada 2006-2010 oleh UK Biobank.
Lihat Juga :