Peneliti Temukan Hubungan Konsumsi Daging dengan Peningkatan Risiko Demensia
Kamis, 25 Maret 2021 - 04:30 WIB
loading...
A
A
A
Studi tersebut tidak secara khusus menilai dampak pola makan vegetarian atau vegan terhadap risiko demensia, tetapi termasuk data dari orang-orang yang mengatakan mereka tidak makan daging merah. Di antara peserta, 2.896 kasus demensia muncul selama rata-rata delapan tahun masa tindak lanjut. Orang-orang ini umumnya lebih tua, lebih miskin secara ekonomi, kurang berpendidikan, lebih cenderung merokok, kurang aktif secara fisik, lebih mungkin memiliki riwayat stroke dan riwayat demensia keluarga, serta lebih cenderung menjadi pembawa gen yang sangat terkait dengan demensia.
Lebih banyak pria daripada wanita yang didiagnosis dengan demensia dalam penelitian. Beberapa orang 3-6 kali lebih mengembangkan demensia karena faktor genetik, tetapi temuan menunjukkan risiko dari makan daging olahan tetap sama terlepas apakah seseorang secara genetik cenderung untuk mengembangkan penyakit tersebut atau tidak.
Baca Juga: Agar Tetap Sehat Selama Musim Panas, Hindari 5 Asupan Ini
Mereka yang mengonsumsi daging olahan dalam jumlah yang lebih tinggi cenderung berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan rendah, perokok, kelebihan berat badan atau obesitas, memiliki asupan sayur dan buah yang lebih rendah, serta memiliki asupan energi, protein, dan lemak yang lebih tinggi (termasuk lemak jenuh).
"Konfirmasi lebih lanjut diperlukan, tetapi pengaruhnya terkait dengan pedoman makan sehat saat ini yang menyarankan asupan rendah daging merah yang tidak diolah dapat bermanfaat bagi kesehatan," jelas Zhang.
Lebih banyak pria daripada wanita yang didiagnosis dengan demensia dalam penelitian. Beberapa orang 3-6 kali lebih mengembangkan demensia karena faktor genetik, tetapi temuan menunjukkan risiko dari makan daging olahan tetap sama terlepas apakah seseorang secara genetik cenderung untuk mengembangkan penyakit tersebut atau tidak.
Baca Juga: Agar Tetap Sehat Selama Musim Panas, Hindari 5 Asupan Ini
Mereka yang mengonsumsi daging olahan dalam jumlah yang lebih tinggi cenderung berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan rendah, perokok, kelebihan berat badan atau obesitas, memiliki asupan sayur dan buah yang lebih rendah, serta memiliki asupan energi, protein, dan lemak yang lebih tinggi (termasuk lemak jenuh).
"Konfirmasi lebih lanjut diperlukan, tetapi pengaruhnya terkait dengan pedoman makan sehat saat ini yang menyarankan asupan rendah daging merah yang tidak diolah dapat bermanfaat bagi kesehatan," jelas Zhang.
(tsa)
Lihat Juga :