Kembangkan Brand Fashion Muslimah, Pasangan Ini Raih Omzet Menggiurkan
Jum'at, 26 Maret 2021 - 02:03 WIB
loading...
A
A
A
"Ibu saya bilang untuk apa ke Jakarta, mau jadi pelacur? Ucapan itu keluar karena ibu tahu Jakarta itu kota yang keras. Apalagi saya perempuan dan masih remaja. Tapi saya terus bertekad tetap mau ke Jakarta untuk mengubah nasib saya dan keluarga," tekadnya.
Sesampainya di Jakarta, perempuan yang kini berusia 28 tahun tersebut bercerita bagaimana dirinya harus bekerja dari pagi sampai malam, menjaga toko dengan gaji Rp250 ribu/bulan. Saat bekerja pun Chika mengaku kerap mendapat pengalaman tak mengenakkan mulai dari dituduh yang tidak-tidak sampai terpaksa makan makanan sisa karyawan toko lainnya karena belum menerima gaji.
Namun semuanya berubah. Kerja keras yang dilakukan Chika mengantarkan dirinya menjadi sosok karyawan yang tekun hingga menyandang status sebagai anak emas dan dipromosikan sebagai kepala toko. Pada 2017 atau hampir 1 dasawarsa bekerja sebagai karyawan toko, Chika harus menelan pil pahit ketika dirinya dipecat seusai melepas masa lajang.
Tak mau lama-lama bersedih, Chika dan sang suami Arwin Burhan mencoba peruntungan dengan berjualan hijab di sebuah toko sepetak berukuran 2x2 meter di Thamrin City , Jakarta. Itu dilakukan dengan modal uang pesangon yang didapat dari pemilik toko tempat awal dia bekerja.
"Saat itu saya jualan hanya setengah toko dan boleh berjualan hanya di hari-hari tertentu selain hari Senin dan Kamis, hari di mana toko biasanya ramai. Ketika bukan hari berjualan, barang harus dipindah ke gudang padahal saat itu saya sedang hamil muda anak pertama," ungkap Chika.
Sesampainya di Jakarta, perempuan yang kini berusia 28 tahun tersebut bercerita bagaimana dirinya harus bekerja dari pagi sampai malam, menjaga toko dengan gaji Rp250 ribu/bulan. Saat bekerja pun Chika mengaku kerap mendapat pengalaman tak mengenakkan mulai dari dituduh yang tidak-tidak sampai terpaksa makan makanan sisa karyawan toko lainnya karena belum menerima gaji.
Namun semuanya berubah. Kerja keras yang dilakukan Chika mengantarkan dirinya menjadi sosok karyawan yang tekun hingga menyandang status sebagai anak emas dan dipromosikan sebagai kepala toko. Pada 2017 atau hampir 1 dasawarsa bekerja sebagai karyawan toko, Chika harus menelan pil pahit ketika dirinya dipecat seusai melepas masa lajang.
Tak mau lama-lama bersedih, Chika dan sang suami Arwin Burhan mencoba peruntungan dengan berjualan hijab di sebuah toko sepetak berukuran 2x2 meter di Thamrin City , Jakarta. Itu dilakukan dengan modal uang pesangon yang didapat dari pemilik toko tempat awal dia bekerja.
"Saat itu saya jualan hanya setengah toko dan boleh berjualan hanya di hari-hari tertentu selain hari Senin dan Kamis, hari di mana toko biasanya ramai. Ketika bukan hari berjualan, barang harus dipindah ke gudang padahal saat itu saya sedang hamil muda anak pertama," ungkap Chika.
Lihat Juga :