Banyak Anak Divonis Stunting karena Kurva WHO
Minggu, 28 Maret 2021 - 22:13 WIB
loading...
A
A
A
“Anak stunting pasti pendek, tapi tidak semua anak pendek tergolong stunting. Anak stunting itu pendek dan kekurangan gizi. Kalau anak pendek status gizinya baik, mereka tidak stunting. Harusnya yang kita urus hanya yang pendek kurus. Inilah yang sebetulnya potensi yang kita anggap stunting,” jelas Prof. Aman yang pernah mendapatkan tanda penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Satya Lencana Karya Satya, pada 2009.
Kesalahan interprerasi terkait stunting bisa mendatangkan permasalahan sendiri. Bukan tidak mungkin anak Indonesia malah akhirnya berujung obesitas bahkan terkena ancaman penyakit metabolik. “Karena anak-anak normal juga dibuat menjadi gemuk. Akhirnya mereka diberi makan berlebihan,” bebernya.
Di Indonesia anak dengan berat badan lahir rendah sekitar di bawah 10%, tapi panjang badan rendah sekitar 22%. Prof. Aman mengatakan, anak-anak ini akan tetap pendek sampai usia 3 sampai 4 tahun.
Baca Juga: Agar Tak Muncul Stretch Mark, Ibu Hamil Perlu Jaga Berat Badan
Jika anak-anak ini dianggap menderita stunting kemudian diberi makan berlebihan, mereka malah akan berisiko mengalami penyakit metabolik. “Ini bahaya sekali kalau kita tidak menilai betul-betul secara komprehensif dan pengertiannya dengan betul,” pungkas Prof. Aman.
Kesalahan interprerasi terkait stunting bisa mendatangkan permasalahan sendiri. Bukan tidak mungkin anak Indonesia malah akhirnya berujung obesitas bahkan terkena ancaman penyakit metabolik. “Karena anak-anak normal juga dibuat menjadi gemuk. Akhirnya mereka diberi makan berlebihan,” bebernya.
Di Indonesia anak dengan berat badan lahir rendah sekitar di bawah 10%, tapi panjang badan rendah sekitar 22%. Prof. Aman mengatakan, anak-anak ini akan tetap pendek sampai usia 3 sampai 4 tahun.
Baca Juga: Agar Tak Muncul Stretch Mark, Ibu Hamil Perlu Jaga Berat Badan
Jika anak-anak ini dianggap menderita stunting kemudian diberi makan berlebihan, mereka malah akan berisiko mengalami penyakit metabolik. “Ini bahaya sekali kalau kita tidak menilai betul-betul secara komprehensif dan pengertiannya dengan betul,” pungkas Prof. Aman.
(tsa)
Lihat Juga :