Mengenal Impostor Syndrome, Rasa Ragu pada Diri dan Kesuksesan Sendiri
Selasa, 30 Maret 2021 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
Mereka percaya bahwa mereka telah memberi kesan diri mereka lebih kompeten daripada orang lain dan memiliki perasaan yang dalam bahwa mereka kurang pengetahuan atau keahlian. Seringkali mereka percaya bahwa mereka tidak pantas mendapatkan posisi atau promosi.
3. “Semuanya karena keberuntungan”
Kecenderungan untuk menghubungkan kesuksesan dengan keberuntungan atau alasan eksternal lainnya dan bukan kemampuan mereka adalah indikator yang jelas dari orang yang memiliki impostor syndrome. Mereka biasanya mengatakan atau berpikir, "Saya baru saja beruntung" atau "Itu kebetulan". Seringkali hal ini menutupi ketakutan bahwa mereka tidak akan berhasil pada lain waktu.
![Mengenal Impostor Syndrome, Rasa Ragu pada Diri dan Kesuksesan Sendiri]()
Foto: Shutterstock
4. "Sukses bukanlah hal besar"
Kecenderungan untuk meremehkan kesuksesan, sehingga mengaitkan kesuksesan mereka dengan tugas yang mudah. Mereka juga sering kali sulit menerima pujian. Sekali lagi, mereka berpikir kesuksesan mereka adalah karena keberuntungan, waktu yang tepat, atau karena telah membodohi orang lain.
Baca Juga: 6 Alasan Kamu Kena Ghosting, Menurut Para Cowok
Nah, solusi yang bisa ditempuh bagi seorang dengan imposter syndromeadalah se[erti berikut ini.
1. Mengenali tanda-tanda munculnya pikiran-pikiran yang mengarah pada impostor syndrome. Kesadaran adalah langkah pertama untuk berubah. Jadi, pastikan kamu melacak pikiran-pikiran ini.
![Mengenal Impostor Syndrome, Rasa Ragu pada Diri dan Kesuksesan Sendiri]()
Foto: Shutterstock
3. “Semuanya karena keberuntungan”
Kecenderungan untuk menghubungkan kesuksesan dengan keberuntungan atau alasan eksternal lainnya dan bukan kemampuan mereka adalah indikator yang jelas dari orang yang memiliki impostor syndrome. Mereka biasanya mengatakan atau berpikir, "Saya baru saja beruntung" atau "Itu kebetulan". Seringkali hal ini menutupi ketakutan bahwa mereka tidak akan berhasil pada lain waktu.

Foto: Shutterstock
4. "Sukses bukanlah hal besar"
Kecenderungan untuk meremehkan kesuksesan, sehingga mengaitkan kesuksesan mereka dengan tugas yang mudah. Mereka juga sering kali sulit menerima pujian. Sekali lagi, mereka berpikir kesuksesan mereka adalah karena keberuntungan, waktu yang tepat, atau karena telah membodohi orang lain.
Baca Juga: 6 Alasan Kamu Kena Ghosting, Menurut Para Cowok
Nah, solusi yang bisa ditempuh bagi seorang dengan imposter syndromeadalah se[erti berikut ini.
1. Mengenali tanda-tanda munculnya pikiran-pikiran yang mengarah pada impostor syndrome. Kesadaran adalah langkah pertama untuk berubah. Jadi, pastikan kamu melacak pikiran-pikiran ini.

Foto: Shutterstock
Lihat Juga :