Perlukah Anak Mendapatkan Vaksin Covid-19? Ini Penjelasan CDC!
Minggu, 04 April 2021 - 13:01 WIB
loading...
A
A
A
Sering kali produsen vaksin mengembangkan vaksin dewasa sembari meneliti vaksin anak. Yang pasti, vaksin anak tak bisa didistribusikan hingga benar-benar menjalani serangkaian uji klinis dan terbukti aman serta efektif.
Saat ini para produsen vaksin telah melakukan uji klinis terhadap puluhan ribu orang. Hasil uji klinis dinyatakan efektif dan aman. Beberapa negara juga sudah memberikan persetujuan penggunaan darurat vaksin itu untuk penduduk mereka. Untuk penggunaan secara global, vaksin butuh rekomendasi dari WHO.
Baca Juga : Badan Keagamaan Turki Sebut Vaksinasi Tidak Batalkan Puasa
Itu artinya jalan vaksin anak untuk menghadapi virus corona masih panjang. Pfizer, misalnya, baru saja memulai uji klinis vaksin anak pada mereka yang berusia 12 tahun ke atas. Penelitian vaksin akan berfokus pada dosis, jumlah dosis, dan jarak pemberian dosis untuk disesuaikan dengan usia anak.
Ketika vaksin anak sudah menunjukkan keamanan pada anak berusia lebih tua, pengujian bisa bergeser ke anak yang lebih kecil. Misalnya 6-12 tahun. Lalu perlahan uji klinis dilakukan terhadap anak yang berusia di bawahnya hingga bayi.
Saat ini para produsen vaksin telah melakukan uji klinis terhadap puluhan ribu orang. Hasil uji klinis dinyatakan efektif dan aman. Beberapa negara juga sudah memberikan persetujuan penggunaan darurat vaksin itu untuk penduduk mereka. Untuk penggunaan secara global, vaksin butuh rekomendasi dari WHO.
Baca Juga : Badan Keagamaan Turki Sebut Vaksinasi Tidak Batalkan Puasa
Itu artinya jalan vaksin anak untuk menghadapi virus corona masih panjang. Pfizer, misalnya, baru saja memulai uji klinis vaksin anak pada mereka yang berusia 12 tahun ke atas. Penelitian vaksin akan berfokus pada dosis, jumlah dosis, dan jarak pemberian dosis untuk disesuaikan dengan usia anak.
Ketika vaksin anak sudah menunjukkan keamanan pada anak berusia lebih tua, pengujian bisa bergeser ke anak yang lebih kecil. Misalnya 6-12 tahun. Lalu perlahan uji klinis dilakukan terhadap anak yang berusia di bawahnya hingga bayi.
(wur)
Lihat Juga :