Sering Muncul dalam Drama Korea dan Lagu, Ini 3 Fakta Kelam Sungai Han
Rabu, 07 April 2021 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
Mengutip dari Doolset Bangtan , kata Han dalam Sungai Han berhomonim dengan "Han" yang bermakna ‘kesedihan, nostalgia, kemarahan, dan rasa sakit’. Dengan kata lain, Sungai Han yang identik dengan keindahan dan ketenangan ternyata menyimpan begitu banyak duka dan luka orang-orang yang melompat ke sungai tersebut untuk mengakhiri hidupnya.
Di sepanjang Sungai Han, terdapat beberapa jembatan, di antaranya Jembatan Mapo dan Jembatan Hangang. Jembatan yang paling sering dijadikan lokasi bunuh diri adalah Jembatan Mapo.
Merangkum dari Yonhap News Agency , sepanjang tahun 2012--2016, terdapat 1.400 kasus bunuh diri di Sungai Han dan yang tertinggi adalah di Jembatan Mapo. Di Jembatan Mapo, selama empat tahun tersebut, setidaknya ada 532 kasus bunuh diri.
![Sering Muncul dalam Drama Korea dan Lagu, Ini 3 Fakta Kelam Sungai Han]()
Foto:koreajoongangdaily,com
Karena citranya yang buruk, kini Jembatan Mapo diberi nama “Jembatan Harapan” dan ditulisi berbagai kalimat pencegahan bunuh diri. Diharapkan dengan begitu tidak ada lagi yang akan mengakhiri hidupnya, setidaknya di jembatan tersebut.
Untuk tujuan yang sama, ditaruh juga tulisan pencegahan bunuh diri di railing jembatan dan Han River SOS Hotline melalui telepon yang dipasang di berbagai jembatan.
Melansir dari Korea Times, setidaknya ada 75 booth telepon di 20 jembatan di sepanjang Sungai Han sejak Maret 2020. Penambahan fasilitas ini berkaitan dengan pandemi COVID-19 yang dikhawatirkan meningkatkan potensi bunuh diri terutama di kalangan anak muda.
2. PENULIS PESAN ANTIBUNUH DIRI MALAH MENGHABISI NYAWANYA SENDIRI
![Sering Muncul dalam Drama Korea dan Lagu, Ini 3 Fakta Kelam Sungai Han]()
Foto: koreabizwire.com
Penulisan beragam pesan terkait pencegahan bunuh diri di Sungai Han mulai digalakkan sejak 2012 setelah kasus bunuh diri dengan melompat dari jembatan meningkat pesat.
Selain pesan penguatan dari warga, ada juga beberapa pesan yang ditulis oleh para selebritas, seperti Jo Su-mi, Ha Jung-wo, dan Lee Hyo-ri.
Sayangnya, mengutip dari Korea Times, adasatu pesan yang dipasang di Jembatang Hangang dihapus oleh Pemerintah Kota Seoul pada Juli 2020.
Ini karena penulisnya adalah mantan Wali Kota Seoul, Park Won-soon. Won-soon memutuskan untuk bunuh diri setelah tersandung skandal pelecehan seksual yang dilakukannya terhadap sekretarisnya. Penghapusan dilakukan karena ada keluhan dan saran dari warga.
Di sepanjang Sungai Han, terdapat beberapa jembatan, di antaranya Jembatan Mapo dan Jembatan Hangang. Jembatan yang paling sering dijadikan lokasi bunuh diri adalah Jembatan Mapo.
Merangkum dari Yonhap News Agency , sepanjang tahun 2012--2016, terdapat 1.400 kasus bunuh diri di Sungai Han dan yang tertinggi adalah di Jembatan Mapo. Di Jembatan Mapo, selama empat tahun tersebut, setidaknya ada 532 kasus bunuh diri.
.jpg)
Foto:koreajoongangdaily,com
Karena citranya yang buruk, kini Jembatan Mapo diberi nama “Jembatan Harapan” dan ditulisi berbagai kalimat pencegahan bunuh diri. Diharapkan dengan begitu tidak ada lagi yang akan mengakhiri hidupnya, setidaknya di jembatan tersebut.
Untuk tujuan yang sama, ditaruh juga tulisan pencegahan bunuh diri di railing jembatan dan Han River SOS Hotline melalui telepon yang dipasang di berbagai jembatan.
Melansir dari Korea Times, setidaknya ada 75 booth telepon di 20 jembatan di sepanjang Sungai Han sejak Maret 2020. Penambahan fasilitas ini berkaitan dengan pandemi COVID-19 yang dikhawatirkan meningkatkan potensi bunuh diri terutama di kalangan anak muda.
2. PENULIS PESAN ANTIBUNUH DIRI MALAH MENGHABISI NYAWANYA SENDIRI
.jpg)
Foto: koreabizwire.com
Penulisan beragam pesan terkait pencegahan bunuh diri di Sungai Han mulai digalakkan sejak 2012 setelah kasus bunuh diri dengan melompat dari jembatan meningkat pesat.
Selain pesan penguatan dari warga, ada juga beberapa pesan yang ditulis oleh para selebritas, seperti Jo Su-mi, Ha Jung-wo, dan Lee Hyo-ri.
Sayangnya, mengutip dari Korea Times, adasatu pesan yang dipasang di Jembatang Hangang dihapus oleh Pemerintah Kota Seoul pada Juli 2020.
Ini karena penulisnya adalah mantan Wali Kota Seoul, Park Won-soon. Won-soon memutuskan untuk bunuh diri setelah tersandung skandal pelecehan seksual yang dilakukannya terhadap sekretarisnya. Penghapusan dilakukan karena ada keluhan dan saran dari warga.
Lihat Juga :